Kata Ombudsman NTT–Layanan Penyeberangan Nataru 2025 di Pelabuhan Bolok Belum Memenuhi Standar - FloresPos Net - Page 2

Kata Ombudsman NTT–Layanan Penyeberangan Nataru 2025 di Pelabuhan Bolok Belum Memenuhi Standar

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Dari sisi operasional, jumlah loket pelayanan dinilai tidak sebanding dengan volume penumpang,” sebut Yosua.

Yosua memaparkan, hanya tersedia empat loket pemeriksaan penumpang dan dua loket kendaraan, meskipun ASDP mengakui memiliki sepuluh unit alat pemeriksaan tiket (Chek-in).

Ombudsman menilai kondisi ini sebagai bentuk pembiaran terhadap antrean panjang dan ketidakefisienan layanan, terutama pada masa Nataru.
Lanjut Yosua, temuan serius lainnya adalah tidak ditemukannya tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di posko terpadu.

Dia mengatakan, Posko yang tersedia hanya diisi unsur Satpol PP, Kepolisian, dan TNI, tanpa kehadiran petugas kesehatan, karantina, maupun perhubungan. Ombudsman menilai ketiadaan nakes merupakan kondisi fatal, mengingat Pelabuhan Bolok adalah simpul transportasi utama dengan mobilitas penumpang yang tinggi.

Baca Juga :  Julie Laiskodat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ende, Hadirkan 3 Pemateri

Kondisi fasilitas kesehatan juga dinilai Memprihatinkan dimana klinik di area pelabuhan tidak beroperasi, kotak P3K ditemukan dalam kondisi kosong, dan tidak tersedia peralatan medis dasar.

“Padahal, aspek kesehatan dan keselamatan penumpang seharusnya menjadi prioritas utama, terutama di masa Nataru yang ditandai lonjakan penumpang,” ungkapnya.

Selain itu, Yosua menegaskan, pengelolaan fasilitas sanitasi juga dinilai buruk. Di tengah lonjakan pengguna jasa, hanya tiga toilet yang difungsikan.

Baca Juga :  Stakeholder Pendidikan Diundang Bahas Pergub NTT Terkait Pendanaan Pendidikan

Dua toilet lain yang layak justru terkunci dan tidak digunakan. Ombudsman menilai hal ini sebagai cerminan lemahnya manajemen fasilitas publik dan minimnya kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Situasi ruang tunggu pun tidak lebih baik dimana keterbatasan tempat duduk menyebabkan penumpang berdesakan, duduk di lantai, dan bercampur dengan barang bawaan. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga melanggar prinsip pelayanan publik yang manusiawi dan berkeadilan,” sebutnya.

Ombudsman NTT juga menyoroti belum adanya penunjuk arah yang jelas menuju toilet, musala, ruang tunggu, loket, maupun meja informasi.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Warga Sudah Tidak Baik-baik Saja’–Dua Tahun, 10 Ribu Warga Penyintas Lewotobi Menanti Janji Huntap
Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya
IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek
Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WITA

‘Warga Sudah Tidak Baik-baik Saja’–Dua Tahun, 10 Ribu Warga Penyintas Lewotobi Menanti Janji Huntap

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WITA

Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:33 WITA

IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA