KUPANG, FLORESPOS.net-Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melakukan survey secara independen mengenai besaran gaji perawat sejak tanggal 17 hingga 22 September 2025.
Survey dilaksanakan dengan responden sebanyak 557 perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan swasta di NTT dengan porsi sebanyak 473 orang (85%) bekerja di RS Swasta dan sisanya 27 orang (25%) bekerja di klinik, home care, dan perawat desa.
“Hasil survei menunjukan bahwa gaji pokok perawat yang bekerja di faskes swasta di NTT, mayoritas berada pada kelompok penghasilan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta sebanyak 31,2 persen, ” Ketua DPW PPNI NTT, Aemilianus Mau dalam rilisnya, Rabu (24/9/2025).
Aemilianus mengatakan, sebanyak 22,8 persen responden melaporkan menerima gaji pokok yang diterima setiap bulan berada pada kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.
Selain itu, kelompok berikutnya menerima gaji Rp 1 juta sampai Rp1,5 juta sebesar 21 persen dan kelompok penerima gaji Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta sebesar 12,9 persen.
“Sementara responden dengan gaji pokok Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta tercatat hanya 5,9 persen dan yang berada pada kisaran Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta sebanyak 2 persen,” ungkapnya.
Aemilianus menambahkan, proporsi terkecil terdapat pada kelompok gaji tinggi, yakni Rp 3,5 juta hingga Rp4 juta dan Rp4 juta hingga Rp4,5 juta masing-masing hanya 0,4 persen responden.
Mirisnya, masih terdapat 3,4 persen responden yang melaporkan menerima gaji pokok kurang dari Rp 500 ribu per bulan.
Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT Tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.328.969,69, maka terlihat bahwa mayoritas perawat yang bekerja di faskes swasta di NTT (sekitar 91,3%) menerima gaji pokok di bawah UMP. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










