MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka membangun kolaborasi dengan BILIK (Bimbingan Belajar Lentera Ikat) dalam rangka memperluas akses dan kesempatan bagi siswa SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program bimbingan belajar, penguatan motivasi, konseling pendidikan, serta berbagai kegiatan literasi dan pengembangan kapasitas siswa.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menjelaskan kepada media di Maumere, Minggu, (9/8/2026) bahwa kerja sama dengan BILIK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Sikka dan NTT.
Menurut Very, BILIK merupakan komunitas yang dibentuk oleh anak-anak muda asal Maumere yang digagas oleh Nona Angela Potasius bersama rekan-rekan, memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan generasi muda NTT.
Komunitas ini hadir dengan semangat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa SMA untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tentu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih serta menyambut baik inisiatif anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan bimbingan belajar, tetapi merupakan bagian dari gerakan bersama untuk membangun motivasi, budaya belajar dan cita-cita generasi muda,” ungkapnya.
Sebagai pilot project, program BILIK tahun 2026 dilaksanakan secara offline di Maumere, Kabupaten Sikka, dan dipusatkan di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu sebanyak tiga kali pertemuan, yakni pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.
Program ini dirancang secara intensif agar para siswa tidak hanya memperoleh penguatan materi akademik, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam menentukan pilihan perguruan tinggi, jurusan, peluang beasiswa hingga kesiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Very mengatakan, pemanfaatan Aula Frans Seda sebagai ruang kegiatan juga sejalan dengan semangat perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan menyimpan bahan pustaka, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, berbagi pengetahuan dan membangun masa depan generasi muda.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










