BENTARA NET: Menambal Jalan, Menambal Harapan (catatan tentang Aksi Swadaya Tendaleo) - FloresPos Net - Page 2

BENTARA NET: Menambal Jalan, Menambal Harapan (catatan tentang Aksi Swadaya Tendaleo)

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika mesin birokrasi mengalami kemacetan, “Tiga Batu Tungku” membuktikan bahwa ‘solidaritas organik’ merupakan benteng terakhir yang memastikan kehidupan warga tetap berjalan.

Namun, sebagaimana diingatkan oleh para ahli kebijakan publik, ketangguhan warga ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi negara untuk melakukan “pembiaran yang nyaman”, melainkan harus dibaca sebagai kritik tajam agar otoritas terkait segera menyelaraskan ritme kerja mereka dengan urgensi kebutuhan di akar rumput.

Langkah swadaya masyarakat Tendaleo memang ‘membanggakan’. Namun tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah untuk terus berlepas tangan. Swadaya adalah solusi darurat, bukan sistem permanen. Perbaikan jalan dan jembatan tetap merupakan tanggung jawab konstitusional pemerintah yang dibiayai oleh pajak rakyat.

Baca Juga :  Ziarah Harapan Penuh Luka: Seruan Sunyi dari Lingko Lolok

Peristiwa di Tendaleo sejatinya adalah bunyi lonceng yang bergema di selasar sunyi kantor birokrasi, sebuah alarm bagi otoritas di Kabupaten Ende bahwa nyawa tak boleh digadaikan demi selembar kertas administrasi.

Di atas aspal yang terkelupas, kita belajar bahwa keselamatan warga tidak boleh terbelenggu oleh prosedur yang berbelit, karena setiap detik keterlambatan adalah taruhan bagi raga yang melintas.

Janganlah kita menunggu air mata tumpah ke bumi hanya untuk menggerakkan roda kebijakan, sebab infrastruktur tidak sebatas pada urusan semen dan batu, melainkan janji perlindungan negara bagi setiap derap langkah rakyatnya.

Baca Juga :  BENTARA NET: Sinergi Kolektif Menjawab Tantangan

Aksi swadaya di Dusun Tendaleo adalah sebuah ‘puisi kemandirian’ sekaligus monumen batas kesabaran rakyat yang bergerak dalam kedaulatan di atas tanah leluhur mereka.

Namun, sungguh sebuah ironi jika nyala api gotong royong ini berkobar hanya karena dipicu oleh rasa putus asa terhadap dinginnya respons penguasa.

Biarlah momentum ini menjadi cermin bagi pemerintah untuk segera “mengolah kebijakan” dengan ketulusan yang murni, menyelaraskan langkah secepat jemari warga Tendaleo yang merajut deker mereka.

Sebab pada akhirnya, kedaulatan sejati adalah ketika negara hadir sebelum rakyat merasa ditinggalkan sendirian dalam kepasrahan.*

Berita Terkait

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ
BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya
BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan
BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:29 WITA

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA