Ziarah Harapan Penuh Luka: Seruan Sunyi dari Lingko Lolok - FloresPos Net

Ziarah Harapan Penuh Luka: Seruan Sunyi dari Lingko Lolok

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

DI TENGAH gegap gempita pembangunan nasional, suara lirih dari Lingko Lolok, Manggarai Timur, mengusik nurani kita. Puluhan pelajar di desa terpencil itu berjalan kaki setiap hari melewati jalan rusak parah, menanjak dan berlumpur.

Tujuan mereka satu: meraih satu hal yang paling mendasar, pendidikan. Mereka bukan sekadar melangkah menuju sekolah, mereka sedang menapaki ziarah harapan yang penuh luka. Jalan yang mereka lalui bukan hanya fisik, tetapi simbol dari jalan panjang bangsa ini menuju keadilan sosial.

Perjuangan anak-anak Lingko Lolok adalah cerminan dari eksistensi manusia yang terus mencari makna dalam penderitaan.

Seperti yang dikatakan Viktor Frankl, manusia bukan hanya bertahan hidup, tetapi mencari makna di dalamnya. Jalan rusak itu menjadi medan kontemplasi: apakah negara benar-benar hadir di tempat-tempat yang paling membutuhkan? Apakah pembangunan hanya milik kota dan kebutuhan data statistik, sementara desa-desa seperti Lingko Lolok dibiarkan berjalan sendiri dalam sunyi?

Baca Juga :  ‘Presidensi untuk Semua’ dan Ikhtiar Menjaga Martabat Manusia

Kehadiran Pastor Mansuetus Hariman yang menyapa anak-anak dengan motivasi dan bombon kecil adalah tindakan pastoral yang melampaui liturgi. Ia hadir sebagai suara profetis, mengingatkan bahwa spiritualitas sejati adalah keberpihakan pada yang lemah. Gereja, dalam hal ini, menjadi ruang advokasi yang menghidupkan harapan.

Di Lingko Lolok, jalan rusak bukan sekadar hambatan fisik. Ia adalah metafora dari harapan yang terhambat. Anak-anak yang berjalan kaki melewati lumpur dan tanjakan ekstrem setiap hari demi pendidikan, sedang menapaki ziarah masa depan yang penuh tantangan.

Jalan itu adalah urat nadi kehidupan, tempat di mana mimpi ditanam dan cita-cita tumbuh. Ketika akses pendidikan terhalang oleh batu dan lumpur, maka yang rusak bukan hanya jalan, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara. Dalam konteks ini, pembangunan bukan sekadar soal beton dan aspal, tetapi soal keadilan dan keberpihakan.

Baca Juga :  Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional

Bangsa dan negara ini tahu bahwa akses terhadap pendidikan dasar adalah fondasi utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.

Ketimpangan infrastruktur, kekurangan tenaga pengajar, serta hambatan ekonomi dan budaya menjadi faktor utama yang menghambat partisipasi anak dalam pendidikan.

Ketika negara gagal menjamin akses yang layak bagi anak-anak di daerah terpencil, maka yang terancam bukan hanya masa depan individu, tetapi juga daya saing bangsa.

Lingko Lolok telah bersuara lewat langkah-langkah kecil yang penuh makna. Publik terajak untuk merenung: apakah kita masih mampu mendengar suara dari pinggiran? Apakah kita masih memiliki keberanian untuk menjadikan pembangunan sebagai ziarah bersama, bukan sekadar agenda politik? Lingko Lolok telah berbicara. Kini giliran kita menjawab. ***

Berita Terkait

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya
BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan
BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
BENTARA NET: Sekolah Rakyat dan Ketimpangan Struktural
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:45 WITA

Nusa Bunga

Empat Jabatan Lowong, Pemkab Manggarai Timur Gelar Seleksi Terbuka

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:36 WITA