Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah - FloresPos Net

Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Gonzalo Muga Sada, menyebut Kabupaten Nagekeo mencatatkan sejarah baru dalam urusan fiskal. Total dana yang masuk ke Nagekeo pada Tahun Anggaran 2026 diperkirakan menembus Rp1,8 hingga Rp2 triliun.

Angka ini jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya dan disebut sebagai yang terbesar sejak Nagekeo berdiri.

“jika mau dihitung, uang yang masuk ke Kabupaten Nagekeo TA 2026 itu lebih dari 1,8–2 triliun,” ujar Wakil Bupati Nagekeo, Kamis (24/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus pendidikan politik kepada publik agar masyarakat memahami besarnya dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan Nagekeo.

Rincian Aliran Dana Rp1,8 Triliun
Simulasi aliran dana ke Nagekeo TA 2026 dirinci yakni, APBD Kabupaten Nagekeo TA 2026 Rp690 miliar. Inpres Sekolah Rakyat Kemensos: Rp250 miliar. Inpres SMAK Kementerian Agama: Rp250 miliar.

Inpres Kampung Nelayan Merah Putih KKP: Rp24 miliar. Rehab Dermaga Marapokot Kemenhub: Rp91,3 miliar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp200–246 miliar. Koperasi Merah Putih: Rp339 miliar.

Rehab/Revitalisasi TK, SD, SMP: sekitar Rp40 miliar. IJD Kementerian PUPR: Rp32 miliar. Belum termasuk Inpres irigasi tersier, cetak lahan baru, irigasi pemanfaatan air permukaan, rehabilitasi kawasan transmigrasi, perumahan, dan program lainnya.

Baca Juga :  Bicara Soal Air Minum, Perumda Tirta Komodo Manggarai Temui Para Lurah Kota Ruteng

Jika ditotal kata Gonzalo angka sementara mencapai hampir Rp1,8 triliun dan bisa menembus Rp2 triliun dengan tambahan program lain yang belum dirinci.

Menurut Gonzalo Dari total tersebut, ada perbedaan mendasar pada mekanisme masuknya dana: Lewat APBD: Rp690–700 miliar.

Dana ini dikelola langsung oleh Pemda Nagekeo sesuai prioritas daerah. Intervensi Langsung Pusat: Lebih dari Rp1,1 triliun. Dana masuk lewat skema Inpres, Banpres, rehab, rekonstruksi, dan program kementerian yang pelaksanaannya dikawal pusat.

Artinya kata Gonzalo, lebih dari 60% dana yang beredar di Nagekeo tahun 2026 berasal dari program spesifik pemerintah pusat yang menyasar sektor pendidikan, infrastruktur, perikanan, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi.

Wakil Bupati menilai capaian ini sebagai prestasi terbesar sepanjang sejarah Nagekeo. Rekor dana masuk justru terjadi di era efisiensi anggaran, saat ruang fiskal daerah lewat DAK dan DAU tidak selonggar dulu.

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo: Arah Perubahan Baru

“Dulu DAK dan DAU lebih bebas diatur kepala daerah. Sekarang justru di saat efisiensi, uang yang masuk lebih besar, tapi lewat skema terarah dari pusat,” jelasnya.

Dampak ke Sektor Strategis
Kucuran dana Rp1,8 triliun menyasar sektor vital yakni

Pendidikan: Rp540 miliar lebih untuk Sekolah Rakyat Kemensos, SMAK Kemenag, dan rehab TK/SD/SMP. Infrastruktur: Rp123,3 miliar untuk Dermaga Marapokot dan IJD PUPR.

Ketahanan Pangan dan Gizi: Rp200–246 miliar untuk MBG, ditambah program cetak sawah dan irigasi. Ekonomi Rakyat: Rp339 miliar untuk Koperasi Merah Putih dan Rp24 miliar untuk Kampung Nelayan.

Dengan komposisi ini, Nagekeo diproyeksikan mengalami percepatan pembangunan fisik dan peningkatan kualitas SDM secara simultan.

Wakil Bupati menegaskan pentingnya transparansi data agar publik memahami bahwa pembangunan tidak hanya soal APBD.

Jika seluruh program berjalan lancar, kata Gonzalo 2026 akan menjadi tahun titik balik Nagekeo: dari daerah dengan keterbatasan fiskal menjadi daerah yang mampu menarik investasi pembangunan pusat dalam skala masif. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia
PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar
Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC
Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara
Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final
Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah
Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere
Berita ini 1,562 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:30 WITA

Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:16 WITA

PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:08 WITA

Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:37 WITA

Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende

Berita Terbaru