Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni - FloresPos Net

Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Perwakilan 10 suku di Romanduru, Desa Rubit, Kecamatan Hewoklong selalu berada di pihak keluarga korban dan selalu bersama-sama melakukan berbagai aksi demo termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sikka.

Perwakilan suku-suku tersebut menegaskan sikapnya untuk selalu bersama-sama keluarga korban dalam mengawal kasus pembunuhan Stevania Kristiani Noni (14) siswa SMP MBC Ohe yang juga warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang.

“Bag kami masih banyak kejanggalan dalam kasus ini.Waktu rekonstruksi seharusnya pelaku memerankan adegan apa yang dibuat dan penyidik memperhatikan di Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). Tapi kenyataannya, penyidik membacakan dan pelaku melakukan sesuai BAP,” ujar Romanus Raja Nong Ete Perwakilan Suku Weweniur di Romanduru, Kamis (23/4/2026).

Selain itu kata Romanus, barang bukti berupa telepon genggam korban, rambut, potongan jari dan pakaian korban juga sampai saat ini belum ditemukan oleh Polres Sikka.

Baca Juga :  Pidato Perdana di DPRD Sikka, Juventus Ajak Wujudkan Segala Ekspektasi

Dirinya mengaku suku-suku sangat kecewa dengan pihak kepolisian dan menanyakan sebenarnya pihak kepolisian serius bekerja atau tidak sehingga barang bukti belum ditemukan.

Ia juga menyoroti peran DPRD Sikka dimana DPRD Sikka mengatakan akan mengawal kasus ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menekan Polres Sikka agar bisa menemukan barang bukti.

“Sampai hari ini barang bukti belum ditemukan padahal kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan menunggu sidang.Kami juga diskusi dengan kejaksaan dan dalam dialog Kajari Sikka mengaku akan mengawal kasus ini,” ucapnya.

Romanus berharap Kejaksaan Negeri Sikka bekerja secara professional dan pihaknya juga mempertanyakan saat audensi dengan bupati dan wakil bupati Sikka dikatakan Pemda Sikka akan memfasilitasi agar kasus ini terungkap secara terang benderang.

Namun dalam kenyataan sesalnya, DPRD Sikka dan Pemda Sikka pun bersikap sama dan membiarkan keluarga korban, perwakilan 10 suku beserta relawan dan gerakan mahasiswa berjuang sendirian mencari keadilan bagi keluarga korban.

Baca Juga :  Hidup Bersama Komodo, Warga Rinca Diujung Tanduk

Marianus Conterius perwakilan dari Suku Keytimu Wain juga mempertanyakan rekomendasi DPRD Sikka saat RDP bersama keluarga korban,perwakilan 10 suku, relawan dan perkumpulan mahasiswa di Gedung Kulababong.

Ia mengakui fakta terkait kasus pembunuhan itu ada tapi pihaknya melihat ada ketidakmampuan Polres Sikka menemukan barang bukti sesuai permintaan pihaknya bersama keluarga korban.

“Kita harus akui berkas perkara kasus ini sudah lengkap tapi sekedar formalitas saja. Kami minta agar saat sidang semua orang yang terlibat dalam proses pembunuhan, membantu pelarian pelaku dan memfasilitasi persembunyian pelaku harus dihadirkan sebagai saksi untuk dimintai keterangan,” harapnya.

Romanus mengaku bersama keluarga korban, relawan, perguruan THS THM dan para aktivis mahasiswa akan bersama-sama mengawal kasus ini sampai ada titik terang dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar
Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja
Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat
Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas
Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar
Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa
Bupati Endi: Kembalikan Manggarai Barat Sebagai Lumbung Pangan NTT
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WITA

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:43 WITA

Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:20 WITA

Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA