Stef menekankan, kita perlu menyadari bahwa para dokter umum dan dokter spesialis serta tenaga kesehatan lainnya perlu ditambahkan insentifnya.
Ia mengatakan, hal ini bukan keinginan mereka melainkan karena beban kerja mereka yang kian meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, peningkatan angka kesakitan dan banyak faktor lainnya.
“Selain kebijakan struktural, perubahan yang paling mendasar adalah pembentukan budaya hidup sehat di masyarakat,” ucapnya.
Stef mengatakan, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), kita dorong setiap individu untuk aktif berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, memeriksa kesehatan secara berkala, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dirinya menekankan, kesehatan adalah tanggung jawab pribadi yang berdampak sosial. Bila setiap warga menjaga kesehatannya, maka beban sistem kesehatan nasional akan berkurang, dan produktivitas bangsa akan meningkat.
Ia menegaskan, kita harus memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Kata dia, keadilan dalam kesehatan berarti tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, antara kota dan desa, atau antara pusat dan daerah terpencil.
“DPRD berkomitmen untuk memperjuangkan agar masyarakat miskin, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu,” tegasnya.
Stef meyakini, negara yang besar adalah negara yang mampu melindungi dan menyehatkan seluruh warganya tanpa terkecuali.
Karena itu sebutnya, DPRD bersuara keras ketika terjadi kekurangan tenaga Kesehatan baik di RSUD dan Puskesman serta unit-unit layanan kesehatan lainnya yang mengakibatkan banyak orang harus korban nyawa.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










