Dia menambahkan, melalui fungsi anggaran, DPRD mendorong alokasi anggaran kesehatan dari APBD, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan prioritas pada program promotif dan preventif seperti penurunan stunting, penanganan gizi buruk, dan peningkatan layanan kesehatan primer.
“Karena itu, DPRD Kabupaten Sikka tidak pernah menolak atau mengurangi Ebed: anggaran untuk bidang kesehatan. Bagi kami anggaran untuk layana kesehatan masyarakat adalah amanat rakyat yang kami emban,” ucapnya.
Stef menjelaskan, melalui fungsi pengawasan, DPRD memastikan bahwa kebijakan kesehatan benar-benar dilaksanakan secara efektif, transparan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat terutama masyarakat miskin dan kelompok rentan di kabupaten ini.
Kesehatan Adalah Investasi
Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan produktivitas daerah dan kesejahteraan rakyat di masa depan.
Untuk itu, Stef menegaskan, transformasi sistem kesehatan tidak akan berhasil tanpa dukungan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan profesional.
Ia menghimbau agar perlu terus meningkatkan kompetensi tenaga medis, tenaga keperawatan, dan tenaga kesehatan masyarakat agar adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan telemedicine telah membuka besar bagi pemerataan layanan peluang kesehatan,” ucapnya.
Stef mengakui, DPRD Sikka bersama pemerintah daerah mendukung digitalisasi sistem kesehatan, integrasi data pasien, serta pengembangan layanan jarak jauh agar masyarakat di daerah terpencil tetap dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
Namun, kata dia, kita juga perlu menyadari bahwa arus globalisasi di tengah post modernisme menawarkan banyak pilihan kepada masyarakat yang bisa saja terjebak dalam pilihan yang keliru.
“Oleh karena itu, kemajuan teknologi informasi tidak akan mampu menggeser eksistensi para tenaga kesehatan. Kehadiran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam setiap layanan kesehatan,” ungkapnya.
Perlu Penambahan Insentif
Menurut data kementerian kesehatan, kabupaten Sikka saat ini kekurangan 21 nekes yang terdiri dari 3 dokter, 16 dokter gigi dan 1 orang tenaga sanitasi lingkungan serta 1 orang tenaga ahli laboratorium medik untuk di puskesmas. Sedangkan di RSUD dr. Tc. Hillers Maumere tidak ada kekurangan tenaga kesehatan.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










