Batu-Batu yang Menggugat Nurani - FloresPos Net - Page 3

Batu-Batu yang Menggugat Nurani

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 09:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simbol yang sederhana tidak layak diremehkan, karena justru di dalam kesederhanaannya terdapat kekuatan moral yang mendalam. Rakyat tidak menuntut kesempurnaan dari wakilnya, tetapi mereka berharap pada kejujuran dan keberpihakan yang nyata.

Dalam hal ini, media massa dan masyarakat sipil memiliki peran penting untuk terus mengawal isu tersebut. Pengawalan ini diperlukan agar suara rakyat tidak tenggelam dalam rutinitas birokrasi, melainkan menjadi bahan pertimbangan dalam setiap proses pengambilan keputusan publik.

Baca Juga :  Afrizal dan Kibaran Harapan

Aksi damai Ivan merupakan refleksi kolektif yang menggugah kesadaran bersama. Melalui tindakannya yang simbolik, ia menyingkap wajah kita sebagai bangsa. Sebuah potret yang mengundang pertanyaan mendasar: apakah kita masih peduli, masih berani bersuara, dan masih menyimpan harapan akan perubahan?

Pertanyaan ini menjadi relevan karena demokrasi sejatinya tidak berhenti pada bilik suara. Sejatinya, demokrasi adalah proses yang menuntut keterlibatan aktif: mendengar jeritan rakyat, memahami persoalan mereka, dan bertindak demi kebaikan bersama.

Baca Juga :  Diangkat Dinas PKO Sikka, Guru Agama Tidak Dapat THR TPG dan Gaji ke-13 oleh Kemenag

Dalam konteks ini, batu-batu yang ditumpuk Ivan telah menyampaikan pesan yang tak terucap dengan kata-kata. Kini, pesan itu menanti jawaban.

Karena itu, sudah sepatutnya kita tidak tinggal diam. Giliran kita untuk merespons, dengan nurani yang tergerak dan tindakan yang nyata.*

Berita Terkait

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
BENTARA NET: Sekolah Rakyat dan Ketimpangan Struktural
BENTARA NET: Mengimpikan Rumah Layak Huni
BENTARA NET: Kanopi Suci, Semana Santa dan Ikhtiar Menjadi Peziarah Sejati
Berita ini 104 kali dibaca
"BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:47 WITA

BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa

Sabtu, 25 April 2026 - 08:37 WITA

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA