Batu-Batu yang Menggugat Nurani - FloresPos Net - Page 2

Batu-Batu yang Menggugat Nurani

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 09:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maka, kegagalan sistem kesehatan lokal dapat dipahami sebagai bentuk dehumanisasi yang nyata, karena mengabaikan martabat dan hak hidup warga.

Keresahan masyarakat tidak berhenti pada sektor kesehatan. Di sisi lain, dana pokok pikiran (pokir) yang seharusnya menjadi saluran aspirasi rakyat justru menimbulkan pertanyaan serius.

Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaannya dipertanyakan oleh publik, terutama karena dana tersebut bersumber dari anggaran negara yang wajib dipertanggungjawabkan.

Rakyat berhak mengetahui bagaimana dana itu dialokasikan dan apakah benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dalam hal ini, gagasan Amartya Sen memperkuat urgensi keterbukaan, ketika ia menyatakan bahwa “transparansi adalah prasyarat bagi keadilan sosial dan pembangunan yang berkelanjutan.” Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan terus menurun, dan demokrasi lokal akan kehilangan daya hidupnya.

Baca Juga :  Saatnya Menegaskan Etos Pelayanan

Di titik ini, baik pelayanan kesehatan maupun pengelolaan dana pokir mencerminkan dua wajah dari satu persoalan: lemahnya keberpihakan terhadap rakyat. Keduanya menuntut perbaikan sistemik dan komitmen etis dari para pemangku kebijakan, agar hak-hak dasar masyarakat tidak hanya diakui, tetapi juga diwujudkan secara nyata.

Aksi Ivan merupakan sebuah panggilan moral yang lahir dari kegelisahan sosial. Ia memilih jalan damai, bukan untuk menyerang, melainkan untuk mengingatkan. Ia tidak menghina, tetapi justru menggugah kesadaran publik.

Tindakan menumpuk tiga kubik batu di depan Gedung DPRD Sikka bukanlah aksi tanpa makna. Sebaliknya, batu-batu itu menjadi metafora yang kuat—melambangkan beban rakyat yang belum terangkat, harapan yang belum terpenuhi, dan suara yang belum didengar oleh para pemangku kebijakan.

Baca Juga :  Deklarasi Kerjasama Pendirian Perguruan Tinggi Tana Ai--Berkomitmen Mewujudkan Mimpi Besar

Dalam kerangka demokrasi deliberatif, simbol semacam ini memiliki daya reflektif yang tinggi, karena mampu menggerakkan empati dan membuka ruang dialog yang lebih jujur.

Berangkat dari makna tersebut, DPRD Sikka perlu merespons dengan sikap terbuka dan reflektif. Aksi yang sunyi seperti yang dilakukan Ivan tidak boleh diabaikan, sebab di dalam kesunyian itu tersimpan jeritan masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

Berita Terkait

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
BENTARA NET: Sekolah Rakyat dan Ketimpangan Struktural
BENTARA NET: Mengimpikan Rumah Layak Huni
BENTARA NET: Kanopi Suci, Semana Santa dan Ikhtiar Menjadi Peziarah Sejati
Berita ini 104 kali dibaca
"BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:47 WITA

BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa

Sabtu, 25 April 2026 - 08:37 WITA

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA