Maka, kegagalan sistem kesehatan lokal dapat dipahami sebagai bentuk dehumanisasi yang nyata, karena mengabaikan martabat dan hak hidup warga.
Keresahan masyarakat tidak berhenti pada sektor kesehatan. Di sisi lain, dana pokok pikiran (pokir) yang seharusnya menjadi saluran aspirasi rakyat justru menimbulkan pertanyaan serius.
Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaannya dipertanyakan oleh publik, terutama karena dana tersebut bersumber dari anggaran negara yang wajib dipertanggungjawabkan.
Rakyat berhak mengetahui bagaimana dana itu dialokasikan dan apakah benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam hal ini, gagasan Amartya Sen memperkuat urgensi keterbukaan, ketika ia menyatakan bahwa “transparansi adalah prasyarat bagi keadilan sosial dan pembangunan yang berkelanjutan.” Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan terus menurun, dan demokrasi lokal akan kehilangan daya hidupnya.
Di titik ini, baik pelayanan kesehatan maupun pengelolaan dana pokir mencerminkan dua wajah dari satu persoalan: lemahnya keberpihakan terhadap rakyat. Keduanya menuntut perbaikan sistemik dan komitmen etis dari para pemangku kebijakan, agar hak-hak dasar masyarakat tidak hanya diakui, tetapi juga diwujudkan secara nyata.
Aksi Ivan merupakan sebuah panggilan moral yang lahir dari kegelisahan sosial. Ia memilih jalan damai, bukan untuk menyerang, melainkan untuk mengingatkan. Ia tidak menghina, tetapi justru menggugah kesadaran publik.
Tindakan menumpuk tiga kubik batu di depan Gedung DPRD Sikka bukanlah aksi tanpa makna. Sebaliknya, batu-batu itu menjadi metafora yang kuat—melambangkan beban rakyat yang belum terangkat, harapan yang belum terpenuhi, dan suara yang belum didengar oleh para pemangku kebijakan.
Dalam kerangka demokrasi deliberatif, simbol semacam ini memiliki daya reflektif yang tinggi, karena mampu menggerakkan empati dan membuka ruang dialog yang lebih jujur.
Berangkat dari makna tersebut, DPRD Sikka perlu merespons dengan sikap terbuka dan reflektif. Aksi yang sunyi seperti yang dilakukan Ivan tidak boleh diabaikan, sebab di dalam kesunyian itu tersimpan jeritan masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










