“Ya, pada panggilan melayani meskipun risiko besar. Ya, pada kejujuran meskipun merugikan secara material. Ya, pada iman yang autentik meskipun budaya sekular menggoda. Ya, pada pengampunan meskipun sakit hati belum hilang. Dan hari ini, kita mengatakan ‘ya’ dengan cara yang konkret: kita berjalan dari katedral ke Golo Curu. Berjalan di bawah terik matahari atau gerimis hujan. Berjalan meski kaki lelah. Ini adalah ‘ya’ yang bukan sekadar kata-kata, tetapi tindakan nyata,” kata Uskup Sipri.
Ketiga, Maria Bunda Pengharapan: Transformasi yang Berkelanjutan.
Maria tidak hanya mengatakan “ya” sekali, lalu selesai.
Sepanjang hidupnya, ia terus mengatakan “ya”: ketika melahirkan Yesus, ketika mengungsi ke Mesir, ketika kehilangan Yesus di Bait Allah, ketika melihat Yesus disalib, ketika hadir di ruang atas menantikan Roh Kudus.
Pesan pastoral: Tahun Ekaristi Transformatif bukan program sekali jalan, tetapi undangan untuk transformasi berkelanjutan. Setiap kali kita menerima Komuni, kita dipanggil untuk berubah:
“Dari sikap masa bodoh menuju kepedulian aktif. Dari iman yang pasif menuju pelayanan yang konkret. Dari harapan yang samar menuju komitmen yang jelas. Dari cinta yang selektif menuju cinta yang universal. Perjalanan kita hari ini dari katedral ke Golo Curu adalah simbol transformasi itu: kita menerima Kristus dalam Ekaristi di sini, lalu kita membawa-Nya dalam doa di bukit sana. Dari altar ke jalan, dari misa ke misi, dari menerima ke memberi,” kata Uskup Sipri.
Pelaksanaan tiga Festival Maria di Manggarai Raya selalu memberikan dampak positif bagi elemen warga, khususnya dari sisi ekonomi. Bisa mendongkrak ekonomi umat, apa pun agama, suku, ras dan golongan mereka dari pelbagai pelosok negeri.
Nilai-nilai positif ini kiranya selalu terpancar–menjadi roh dan semangat yang terus digelorakan dalam keseharian ziarah hidup.
Apa yang kita lakukan selama pelaksanaan tiga festival ini semuanya untuk Keagungan Allah Yang Lebih Besar (Ad Majorem Dei Gloriam). Gaudeamus (Mari kita bersukacita), dan Deus Benedicat (Tuhan memberkati).*
Penulis: Wartawan Florespos.net
Editor : Wentho Eliando










