Tiga Festival Maria di Manggarai Raya: Jembatan Persaudaraan Lintas Iman - FloresPos Net - Page 3

Tiga Festival Maria di Manggarai Raya: Jembatan Persaudaraan Lintas Iman

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Festival yang dijalankan selama ini merupakan jembatan persaudaraan lintas iman. Saudara-saudari kita yang Muslim, Protestan, Hindu, dan kepercayaan lain tidak melihat kita sebagai ancaman, tetapi sebagai sahabat.”

“Mereka membantu kita, melayani kita, berdoa bersama kita dengan cara mereka. Ini adalah Gereja sinodal dalam aksi nyata berjalan bersama, bukan sendirian; membangun, bukan memisahkan; merangkul, bukan menolak,” kata Uskup Siprianus.

Uskup Sipri Hormat juga menggarisbawahi tiga pelajaran dari Bunda Maria untuk perjalanan umat manusia.

Pertama, Maria Bunda Doa: Kesatuan yang Melahirkan Mukjizat. Dalam Kisah Para Rasul, kita melihat Maria sebagai ibu rohani yang mengajarkan Gereja cara berdoa. Ia tidak memimpin doa dengan suara keras, tetapi dengan kehadiran yang menyatukan. Kehadirannya mengubah sekelompok orang yang ketakutan menjadi komunitas yang sehati.

Baca Juga :  BPMP NTT Gelar Bimtek Pemulihan Pembelajaran Melalui Penguatan Literasi

Santo Yohanes Krisostomus mengamati: “Lihatlah bagaimana para rasul berkumpul bersama Maria! Mereka tidak malu untuk belajar dari seorang perempuan tentang cara berdoa, karena mereka tahu bahwa ia adalah guru doa yang terbaik.”

Pesan pastoral: Festival Maria ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah panggilan untuk memperbaharui cara kita berdoa bersama.

Di katedral ini, kita merayakan Ekaristi sebagai satu keluarga. Sebentar lagi, kita akan berjalan bersama ke Golo Curu bukan sebagai kelompok-kelompok yang terpisah, tetapi sebagai satu umat yang sehati. Ketika kita tiba di bukit doa itu, biarlah doa kita bersatu seperti para rasul di ruang atas: satu napas, satu hati, satu kerinduan.

Baca Juga :  Jalan Baru Kerja Jalur Mano-Wae Wake Manggarai Timur Rusak Lagi

Maria mengajarkan kita bahwa doa sejati lahir dari kesatuan hati, bukan dari keseragaman gerakan.

Kedua, Maria Bunda Iman: Keberanian Mengatakan “Ya” Di Nazaret, Maria menunjukkan bahwa iman bukan soal mengerti segala sesuatu, tetapi soal berani mempercayai Allah meskipun tidak mengerti segalanya. Ia tidak menunggu sampai semua pertanyaannya terjawab. Ia mengatakan “ya” dalam iman.

Pesan pastoral: Kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian. Pandemi covid, misalnya, telah mengajarkan kita bahwa hidup tidak pernah sepenuhnya dapat diprediksi. Tetapi seperti Maria, kita dipanggil untuk mengatakan “ya” kepada Allah dalam setiap keadaan:

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
‘Berlutut’ di Antara Duka
Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Berita ini 448 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WITA

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:11 WITA

Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:33 WITA

Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda

Berita Terbaru