Ritus Adat Roko Molas Poco, Tandai Pembangunan Rumah Adat Gendang Wangka - FloresPos Net - Page 2

Ritus Adat Roko Molas Poco, Tandai Pembangunan Rumah Adat Gendang Wangka

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 07:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini sebagai ritual meminta keselamatan kepada sang pencipta agar peralatan yang digunakan untuk menebang pohon yang di gunakan sebagai tiang utama siri bongko, tidak melukai, mencelakai warga dan proses penebangan kayu berjalan lancar dan nyaman.

Kayu siri Bongkok belum bisa di bawa masuk ke kampung sebelum tahap persiapan persiapan terutama Roko molas Poco menuju Rumah Gendang. Kayu yang dipotong merupakan yang terbaik dari hutan yang bisa digunakan sebagai tiang utama Mbaru Tembong”.

Pelaksanaan Roko Molas Poco

Saat perarakan Roko Molas Poco dibagi dalam dua kelompok yakni kelompok Roko Molas Poco yang akan memikul kayu dan kelompok Sundung/Curu Molas Poco. Kelompok Sundung ini yang akan menjemput Molas Poco di dekat Rumah Gendang.

Baca Juga :  DPRD Manggarai Timur Gelar Paripurna, Usul Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati

Warga yang sudah siap mengangkut tiang kayu dibawa dengan diarak menuju lokasi pembangunan rumah adat, dengan seorang gadis cantik duduk diatasnya jalan sambil menyanyikan lagu adat.

“Saat kayu mulai di pikul dan masuk kampung dengan enu molas (nona cantik) yang duduk di atas kayu yang dipikul laki-laki diiringi nyanyian,” urai Mikael Masir.

Sementara di rumah adat disambut gong, gendang dengan pukulan dan bunyian yang khas “Cocong”. Syair lagu “Kole le rewung kole lee, ba ata bengen nger ce” (awan segera pulang ke tempat asal dan membawah yang wangi) yang dinyanyikan secara bergantian.

Saat tiba di gerbang kampung atau halaman disambut dengan ritual adat selanjutnya menuju rumah gendang tempat kayu di pancang di tengah rumah adat.

Baca Juga :  Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Sampai di Rumah Adat Gendang sang Molas Poco “gadis” diturunkan disambut dengan upacara Gerep Ruha (pemecahan telur oleh Tua adat) lalu dilanjutkan upacara adat.

“Roko Molas Poco merupakan ritus awal pembangunan rumah adat dengan berbentuk kerucut dan bagian ujung atas rumah dipasang tanduk kerbau ( Rangga Kaba),” kata Mikael Masir.

Menurut Tua adat lain, Paulus Ngamal, untuk menyaksikan Roko Molas Poco Gendang Wangka pihaknya mengundang tua-tua adat seperti tu’a golo (kepala Kampung), tu’a teno (kepala adat) dari beberapa anak kampung, tokok pendidik dari beberapa sekolah di sekitar untuk bersama dalam acara ini.

Penulis : Albert Harianto

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
LNBM: Mandiri, Profesional dan Berdampak Bagi Masyarakat
Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari
Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam
Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe
Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)
English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night
Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)
Berita ini 208 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WITA

LNBM: Mandiri, Profesional dan Berdampak Bagi Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:37 WITA

Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA