Ini sebagai ritual meminta keselamatan kepada sang pencipta agar peralatan yang digunakan untuk menebang pohon yang di gunakan sebagai tiang utama siri bongko, tidak melukai, mencelakai warga dan proses penebangan kayu berjalan lancar dan nyaman.
Kayu siri Bongkok belum bisa di bawa masuk ke kampung sebelum tahap persiapan persiapan terutama Roko molas Poco menuju Rumah Gendang. Kayu yang dipotong merupakan yang terbaik dari hutan yang bisa digunakan sebagai tiang utama Mbaru Tembong”.
Pelaksanaan Roko Molas Poco
Saat perarakan Roko Molas Poco dibagi dalam dua kelompok yakni kelompok Roko Molas Poco yang akan memikul kayu dan kelompok Sundung/Curu Molas Poco. Kelompok Sundung ini yang akan menjemput Molas Poco di dekat Rumah Gendang.
Warga yang sudah siap mengangkut tiang kayu dibawa dengan diarak menuju lokasi pembangunan rumah adat, dengan seorang gadis cantik duduk diatasnya jalan sambil menyanyikan lagu adat.
“Saat kayu mulai di pikul dan masuk kampung dengan enu molas (nona cantik) yang duduk di atas kayu yang dipikul laki-laki diiringi nyanyian,” urai Mikael Masir.
Sementara di rumah adat disambut gong, gendang dengan pukulan dan bunyian yang khas “Cocong”. Syair lagu “Kole le rewung kole lee, ba ata bengen nger ce” (awan segera pulang ke tempat asal dan membawah yang wangi) yang dinyanyikan secara bergantian.
Saat tiba di gerbang kampung atau halaman disambut dengan ritual adat selanjutnya menuju rumah gendang tempat kayu di pancang di tengah rumah adat.
Sampai di Rumah Adat Gendang sang Molas Poco “gadis” diturunkan disambut dengan upacara Gerep Ruha (pemecahan telur oleh Tua adat) lalu dilanjutkan upacara adat.
“Roko Molas Poco merupakan ritus awal pembangunan rumah adat dengan berbentuk kerucut dan bagian ujung atas rumah dipasang tanduk kerbau ( Rangga Kaba),” kata Mikael Masir.
Menurut Tua adat lain, Paulus Ngamal, untuk menyaksikan Roko Molas Poco Gendang Wangka pihaknya mengundang tua-tua adat seperti tu’a golo (kepala Kampung), tu’a teno (kepala adat) dari beberapa anak kampung, tokok pendidik dari beberapa sekolah di sekitar untuk bersama dalam acara ini.
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










