MBG dan Harapan Sosial - FloresPos Net - Page 2

MBG dan Harapan Sosial

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 10:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Wae Kelambu, Manggarai Barat  menjadi SPPG model.

SPPG Wae Kelambu, Manggarai Barat menjadi SPPG model.

Di tengah keragaman etnis, agama, dan budaya Indonesia, MBG berpotensi menjadi perekat sosial. Ketika anak-anak dari berbagai latar belakang duduk bersama menikmati makanan bergizi di sekolah, mereka tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga pengalaman, nilai, dan harapan.

Program ini memperkuat rasa memiliki terhadap institusi publik dan memperkuat kepercayaan terhadap negara sebagai pelindung semua warga, sehingga berkontribusi pada kohesi nasional yang lebih kuat.

Namun, MBG juga menghadapi tantangan sosiologis yang tidak ringan. Seperti yang diungkapkan dalam laporan Florespos.net (2025/09/17), pelaksanaan MBG di Manggarai Barat terkendala bahan baku pangan lokal, terutama sayur dan sumber protein. Ini bukan sekadar masalah logistik, melainkan cerminan dari struktur ekonomi lokal yang belum sepenuhnya mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.

Baca Juga :  BENTARA NET: Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Krisis Ganda

Adalah menjadi lebih baik jika kendala tersebut ini tidak hanya dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Mengintegrasikan petani lokal, koperasi, dan komunitas-komunitas lokal dalam rantai pasok MBG akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program ini.

Baca Juga :  Seribu Cahaya dari Nian Tana Sikka

Kenyataan-kenyataan ini menantang kita untuk memikirkan kembali gagasan tentang etika publik. Salah satunya, bagaimana negara hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pelayan yang melalui Program MBG memposisikan anak-anak sebagai subjek masa depan bangsa.

Negara tentu tidak mau dibilang hanya sekedar membangun mimpi itu dari sisi teknokratik melainkan mengemban misi mentransformasi masa depan peradaban ke-Indonesia-an kita. Titik starnya bermula dari dalam diri anak-anak yang mendapat sentuhan program itu. *

Berita Terkait

BENTARA NET: Perempuan, Kelapa, dan Matahari
BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia
BENTARA NET: Harapan di Meja Wapres Gibran
BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ
BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya
BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan
BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
Berita ini 114 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:04 WITA

BENTARA NET: Perempuan, Kelapa, dan Matahari

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:43 WITA

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:50 WITA

BENTARA NET: Harapan di Meja Wapres Gibran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:29 WITA

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran

Sabtu, 11 Jul 2026 - 19:02 WITA