Benahi DPRD, Kunci Perubahan Lembata - FloresPos Net

Benahi DPRD, Kunci Perubahan Lembata

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Oleh: Steph Tupeng Witin

RAJA Belanda, Willem-Alexander dalam pidato di Staten Generaal atau parlemen Belanda, Selasa (16/9/2025) menegur anggota parlemen Belanda dengan sangat keras.

Teguran raja ini sangat memukul nurani anggota parlemen. Tidak lazim bagi ratu atau raja Belanda berkomentar soal politik dan perilaku parlemen. Kehormatan parlemen sesungguhnya terletak pada perjuangan untuk memuliakan kehidupan rakyat.

Saat duduk di ruang sidang, pikiran dan perasaan anggota parlemen itu terarah kepada rakyat. Integritas dan kehormatan teruji dalam praktik hidup sederhana dan tidak memanfaatkan jabatan sebagai privilese untuk melukai hati rakyat.

Maka kalau sampai raja atau ratu Belanda berkomentar bahkan menegur anggota parlemen secara terbuka melalui sebuah pidato publik di hadapan parlemen, itu bukti kuat bahwa para politisi di parlemen sudah “keterlaluan” perilakunya terhadap rakyat.

Baca Juga :  Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Raja Willem-Alexander mengajak parlemen Belanda untuk lebih peka dan kritis memahami persoalan dan kesulitan rakyat yang harus segera dijawab para politisi.

Sementara anggota parlemen lebih sibuk berdebat dan berebut kekuasaan. Rakyat yang sedang susah hidupnya membutuhkan wakil yang tidak berpesta pora dan pamer hidup mewah di tengah hamparan derita dan air mata.

Rakyat butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya tiap hari, lingkungan yang aman, rumah bagi rakyat yang aman untuk anak-anak. Bagi generasi muda, memiliki tempat tinggal penting demi menjamin kemandirian (Kompas 18/9/2-25).

Perilaku tidak terpuji anggota parlemen atau anggota DPRD tidak hanya menjadi konsumsi publik Indonesia. Tapi kita tidak membaca rakyat Belanda yang marah kehilangan kewarasan menjarah rumah anggota parlemen.

Baca Juga :  Hermien Kleden dan Jurnalisme “Tutu Koda”

Rakyat Belanda sangat maju dalam pendidikan karakter, moral dan etika sosial. Orang tahu membedakan ruang privat dan ranah publik. Perdebatan mesti berlangsung di ruang publik sebagai bagian dari demokrasi. Ruang perbedaan mesti dibuka untuk mencapai kompromi demi kepentingan rakyat.

Kita juga tidak membaca bahwa ada anggota DPRD atau parlemen di Belanda yang berteriak-teriak di lorong-lorong gedung parlemen. Mungkin saja di negara kita perlu orang-oang jenis ini untuk membuka kesadaran sesamanya di parlemen dan memantik simpati parlemen jalanan. Mungkin juga agar viral di media sosial karena ditonton konstituennya.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 295 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Maria Lidia Ene

Opini

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:28 WITA