Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025) - FloresPos Net - Page 4

Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025)

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 09:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Saya berpikir, Festival Jelajah Maumere (FJM) yang gagasan intelektualnya didukung sejumlah buku yang penulis sebutkan di atas, merupakan ajakan bahkan kampanye besar kepada segenap elemen hidup agar sesegera mungkin menempuh “Jalan Pulang ke Masa Depan” dengan kembali ke pangkuan kekuatan pangan lokal.

Ketika dunia dilanda berbagai krisis besar yang menempatkan manusia pada titik nadir, ajakan kembali ke alam merupakan solusi yang mendesak.

Kita belajar dari alam dan lingkungan yang jika dijaga kemurniannya akan menopang hidup dengan kesabaran dan penuh kaish. Bangunan yang tidak akan begitu mudah dihancurkan.

Kita makan pangan yang murni dan asli dari alam. Tanpa pupuk transgenik, tanpa semprotan air penyakit produksi pabrik milik para kapitalis. Alam memiliki kearifan yang luar biasa untuk memproduksi pangan yang mampu bertahan abadi.

Baca Juga :  Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Ajakan untuk kembali ke pangan lokal berarti kembali kepada alam yang murni dan asli. Ajakan itu sejalan dengan gerakan untuk memelihara keutuhan alam dan menjaga kemurnian kehidupan.

Gagasan ini sejalan dengan slogal “keberlanjutan” yang seringkali hanya sekadar dilekatkan pada akhir kata “pembangunan” yang sejujurnya memiliki daya perusak yang sangat masif.

Ajakan pulang ke masa depan berarti menolak tambang dan proyek geothermal karena itulah monster jahat berdaya rusak dahsyat. Kita tidak pernah boleh memuliakan pangan lokal dan pada momen yang sama menerima tambang dan proyek geothermal.

Baca Juga :  Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Masa depan memiliki kepastian ketika semua elemen memulihkan tanah, menjaga keutuhan hidup dan merawat keberlanjutan napas semua makluk.

Kuncinya tidak membiarkan seorang pun, dengan kekuatan apa pun, melubangi tanah dan menghancurkan keutuhan jejaring komunitas kehidupan yang telah teretas sebelum kita dilahirkan.

Mari kita pulang ke masa depan tanpa tambang, tanpa geothermal. Mari kita tinggalkan masa lalu: pikiran, kampanye dan nasfu untuk merusak keutuhan alam. Festival Jelajah Maumere (FJM) 2025 adalah “Jalan Pulang ke Masa Depan.” *

Penulis, Jurnalis, Pendiri Oring Literasi Lembata

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 299 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA