Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025) - FloresPos Net - Page 2

Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025)

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 09:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Buku besar dan panjang itu berjudul: “Tata Berladang Tradisional & Pengaruh Dominan Ibu Padi, Suku Lio” yang penulis terima langsung dari tangannya saat belajar di Ledalero. Sebuah buku yang membuktikan ziarah intelektual Sareng Orinbao menjelajah lekuk wilayah Lio di perbatasan barat Kabupaten Ende-Sikka.

Sebuah perjalanan kemanusiaan untuk menghargai kearifan lokal dan norman-norma adat. Semua terdokumentasi rapi dalam buku sehingga generasi yang hidup di era serba instan ini belajar untuk menghargai karya tulis yang lahir dari perjuangan keringat dan air mata.

Semua tradisi ini biasanya terjelma dalam narasi sastra lokal dengan syair-syair yang tidak hanya indah tapi memiliki makna yang “mendalam.” Sebuah momen untuk memerkaya khazanah kesusastraan lokal Sikka.

Kita bersyukur karena dari ladang dan kebun, orang-orang kecil dan sederhana yaitu petani-petani kita, mampu menghadirkan kebijaksanaan hidup yang mesti menginspirasi nurani gerombolan elite politik dan birokrasi dalam karya pengabdian kemanusiaan.

Baca Juga :  Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)

Tanah itu rahmat Tuhan yang keramat dan sakral. Tidak pernah ada syair dalam Sako Seng maupun ritus lain yang mengajak orang menjual tanah kepada investor untuk dijadikan area bangunan villa mewah.

Syair-syair itu merupakan ajakan kepada manusia untuk menghormati martabat tanah, merawat marwah tanah dan mewariskan keutuhan tanah kepada semua generasi. Kebijaksaaan lokal Sikka itu sesungguhnya merupakan perlawanan budaya terhadap bandang proyek pertambangan, terutama banjir proyek geothermal yang berdaya rusak masif dan permanen kepada kehidupan, khususnya keutuhan, martabat dan kesucian tanah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka mesti mengundang petinggi birokrasi di level pusat, kabupaten dan terutama provinsi agar mengasah nuraninya dengan kebijaksanaan kearifan lokal Sikka agar tidak sekadar menjadi “suara titipan” dari para bandit tambang dan geothermal.

Baca Juga :  Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei)

Lumbung benih (Wini Ronan) diniatkan untuk menggarisbawahi pentingnya isu ketersediaan pangan, khususnya pangan lokal. Sebuah upaya kreatif mengabadikan dan memuliakan benih dan bibit lokal yang sudah menghilang dari lumbung dan ladang-ladang petani kita.

Padahal benih dan bibit lokal itu telah teruji kualitasnya melintasi zaman sejak nenek moyang. Mutu benih dan bibit lokal itu telah teruji dalam pergulatannya dengan kemurnian tanah dan lintasan zaman dengan semua gelombang penyakit, virus dan hama.

Hampir tiap zaman menghadirkan virusnya tersendiri yang bergerak bagai rudal yang siap menghancurkan. Tapi benih dan bibit lokal tetap eksis. Bahkan ketika musim paceklik dan krisis moneter yang melanda seluruh dunia, terbukti benih dan bibit lokal membangun ketahanan pangan yang sangat kuat. Badai semodern apa pun tidak mampu meruntuhkan bangunan pangan lokal di kampung-kampung.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 286 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

12 Gol Yoakim 10 Top Skor, Antar Fastpay FC ke Semifinal

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:54 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:29 WITA