Uto Wata, Indonesia Cemas dan Indonesia Emas - FloresPos Net - Page 3

Uto Wata, Indonesia Cemas dan Indonesia Emas

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 18:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Harapan yang ditawarkan oleh Uto Wata bukanlah sekadar romantisme budaya, melainkan tawaran konkret untuk membangun masa depan yang berakar dan berkelanjutan.

Dalam ritual, masyarakat menemukan ruang untuk merenung bersama, menyembuhkan luka sosial, dan memperkuat ikatan komunal yang mulai rapuh di tengah arus individualisme. Air yang dirayakan bukan hanya sebagai sumber hidup, tetapi sebagai simbol relasi yang saling menghidupi antara manusia, alam, dan leluhur.

Baca Juga :  Memaknai Pers Pilar Keempat Demokrasi, Antara Harapan dan Kenyataan

Budaya lokal seperti ini mengajarkan bahwa kemajuan tidak harus berarti penyeragaman, melainkan keberanian untuk merawat keragaman sebagai kekuatan.

Solidaritas yang tumbuh dari ritus dan narasi leluhur menjadi modal sosial yang tak ternilai dalam menghadapi krisis zaman. Bolehlah dibilang, festival Uto Wata bukan hanya cermin masa lalu, tetapi kompas menuju Indonesia yang benar-benar Emas: adil, berakar, dan bermakna.*

Baca Juga :  Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Empat Pesan Gubernur NTT Terkait Idul Adha 1447 Hijriah

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WITA

Opini

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA