SESADO: Cahaya Kecil dari Rahim Panggilan yang ‘Memandu’ Langkah Besar - FloresPos Net - Page 4

SESADO: Cahaya Kecil dari Rahim Panggilan yang ‘Memandu’ Langkah Besar

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 09:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam semangat yubileum ini, refleksi Adi Rianghepat menghidupkan makna dari semboyan “Deo et Patriae” sebagai benih yang tumbuh dan berbuah dalam panggilannya sebagai jurnalis.

Dalam arus zaman yang kian bising, semangat formasi SESADO tetap menyala dalam dirinya, menjadikannya penjaga lentera literasi dan suara bagi mereka yang tak terdengar.

Semangat yang sama direfleksikan pula dalam tulisan Pater Har Yansen, SVD yang mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai Frater TOP yang sekaligus menjadi pendidik dan yang terdidik. Ia melihat Hokeng sebagai rumah formasi yang membentuk jati dirinya, menanamkan semangat persaudaraan, kedisiplinan, dan pelayanan yang egaliter.

Meskipun bukan alumnus langsung, pengalaman di Hokeng mengakar dalam pelayanannya di Jerman. Ia mengenang bahwa komunitas ini bukan hanya tempat belajar, tetapi rahim yang memanusiakan, menumbuhkan solidaritas lintas latar belakang, dan terus memberi inspirasi untuk menjadi terang di tengah dunia.

Bagian kedua diakhiri dengan refleksi pastoral Pater Kris Ibu, SVD, yang menuturkan perjalanan batin yang sarat kecemasan, perjuangan, dan pembelajaran spiritual. Selama masa TOP di SESADO, ia meniti meniti proses spiritual yang awalnya penuh keraguan, namun berubah menjadi medan pembelajaran yang membentuk panggilan dan pribadi.

Baca Juga :  KPU Flores Timur Siapkan Dua Pilihan Bagi Pemilih Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-laki

Dari keseharian bersama imam, guru, dan komunitas, ia menemukan bahwa menjadi utusan Tuhan berarti terus belajar dalam keheningan, pelayanan, dan cinta yang tak selesai.

Di balik kisah panggilan dan pengalaman eksistensial selama berada di SESADO yang penuh cahaya itu, Pater Paulus Boli Lamak, imam angkatan perdana SESADO menyampaikan sebuah catatan penting bagi SESADO.

Sembari mengenang tempat itu sebagai rahim suci yang melahirkan kesetiaan lewat keheningan dan doa, Beliau memberi beberapa catatan untuk SESADO hari ini dan di masa yang akan datang.

Dalam pengamatannya, seiring perubahan zaman, hal yang paling utama ditemui di SESADO adalah keheningan memudar, disiplin melemah, dan panggilan tak selalu lahir dari hati yang murni.

Baca Juga :  Tak Lagi Berobat, 105 ODHA di Manggarai Hilang Kontak

Meski begitu, Pater tetap menaruh harapan bahwa bara panggilan harus tetap menyala. Dengan cinta yang tulus, pendampingan yang dekat, dan kesungguhan dalam pembinaan, bara panggilan itu bisa tetap dinyalakan kembali. Baginya, rahim panggilan sejati tak pernah mati. Ia hanya menunggu untuk dihidupkan kembali agar terus melahirkan terang bagi dunia.

Bagian ketiga dari buku kenangan ini menghamparkan untaian harapan dan impian tentang masa depan Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, sebuah visi yang lahir dari cinta dan kerinduan akan perubahan.

Emelia Julia Nomleni menegaskan bahwa 75 tahun SESADO adalah narasi kasih dan visi luhur yang menerangi pendidikan dan moral bangsa. Lembaga ini telah menabur nilai, membentuk karakter, dan menjadi tiang penyangga masyarakat berbelarasa, bahkan di mata Pemerintah NTT sebagai fondasi moral strategis.

Berita Terkait

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi
Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga
Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi
Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba
Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka
Gempa Flores Susulan, Rumah Seorang Janda di Radabata Akhirnya Ratah Tanah
Gempa Flores, Anak-anak Hadapi Ancaman Berlapis di Pengungsian, Plan Indonesia Desak Berbagai Pihak Beri Bantuan Dasar
PDI Perjuangan Ende Kirim 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Terima Beasiswa KIP Kuliah ke UDN Magethan Jawa Timur
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:20 WITA

Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08 WITA

Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:40 WITA

Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:37 WITA

Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agu 2026 - 21:30 WITA