SESADO: Cahaya Kecil dari Rahim Panggilan yang ‘Memandu’ Langkah Besar - FloresPos Net - Page 5

SESADO: Cahaya Kecil dari Rahim Panggilan yang ‘Memandu’ Langkah Besar

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 09:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sementara itu, Antonius Doni Dihen melihat SESADO sebagai mercusuar harapan di tengah krisis moral, tempat formasi holistik membentuk calon imam sebagai agen transformasi sosial yang berbelarasa dan relevan.

Ignasius Boli Uran menyebutnya sebagai tempat penempaan diri lahirnya pemimpin berjiwa Kristiani yang melayani dengan iman dan membangun dengan cinta.

Dalam bagian ini, Romo Yohanes Hans Monteiro dan Debi Angelina Br. Barus mengajak kita meninjau ulang pendekatan formasi di era Gen-Z, menekankan perlunya transformasi menuju pembinaan yang lebih manusiawi dan adaptif, terutama pasca-erupsi Lewotobi yang menjadi simbol “letusan rahmat.”

Searah dengan itu, tulisan reflektif dari Romo Gius Lolan mengisahkan perjalanan batin dan intelektual SESADO sebagai “Rumah Rahim Kehidupan dan Taman Kegembiraan”, tempat di mana fondasi teologis-biblis, berakar pada Teologi Tempat dan Teologi Sentrum menjadi landasan inovasi pembinaan yang memeluk spiritualitas kasih Allah dan memberdayakan dari dalam.

Baca Juga :  Bukan Menang tapi Juara ('Dance Bola-Bola' Meriahkan Kemerdekaan RI di Kampung Waibalun)

Melalui pendekatan coaching profesional, yang berfokus pada eksplorasi potensi diri dan transformasi personal secara inside-out, SESADO menghadirkan paradigma pendampingan yang humanis, dinamis, dan menyentuh kedalaman jiwa.

Dengan membaca Kitab Suci sebagai rahim kasih, merangkul coaching sebagai percakapan pembebasan, serta menjadikan inspirasi Kristiani sebagai denyut refleksi, SESADO menegaskan dirinya sebagai ruang formasi yang selaras zaman, tempat kehidupan dan panggilan iman bersemi dalam wajah Allah yang ramah, rahim, dan transformatif.

Pater Markus Solo Kewuta, SVD memandang SESADO sebagai taman interkultural tempat benih panggilan tumbuh dalam harmoni iman, intelektualitas, dan kemanusiaan, komunitas pembelajar yang tetap setia pada misinya meski tempat berpijak berubah.

Romo Philip Ola Daen menegaskan bahwa revitalisasi disiplin di Seminari San Dominggo Hokeng merupakan strategi penting untuk membentuk habitus pemuridan yang unggul dan kontekstual, melalui aturan keasramaan yang membiasakan rutinitas edukatif.

Baca Juga :  Glokalisasi, Pasar yang Terancam dan Nafas Hidup Pedagang Kecil

Disiplin bukan sekadar tindakan, melainkan karakter yang teruji oleh kesulitan dan dibentuk dalam proses panjang yang konsisten. Dengan pembiasaan ini, murid-calon imam diharapkan mampu mencapai kompetensi spiritual dan emosional yang menjadi ciri khas pemuridan Yesus.

Yoseph Yapi Taum memberikan catatan bahwa erupsi dahsyat Gunung Lewotobi pada November 2024 menyadarkan publik akan rapuhnya keamanan kawasan Hokeng sebagai lokasi pendidikan jangka panjang.

Karena itu, melalui kajian ilmiah atas risiko vulkanik, relokasi permanen Seminari Hokeng ke wilayah yang lebih aman dipandang sebagai langkah bijak untuk menjamin keselamatan dan kelangsungan pembinaan generasi muda.

Di balik keputusan tersebut, tersimpan harapan akan pendampingan dan penguatan komunitas lokal menuju masa depan yang lebih terlindungi dan bermakna.

Berita Terkait

Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama
Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:30 WITA

Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA