Peternakan Sapi di Flores Timur–Swakelola Lembaga, Anggaran Rp 1 Miliar Lebih, Sudah Realisasi 40 Persen - FloresPos Net

Peternakan Sapi di Flores Timur–Swakelola Lembaga, Anggaran Rp 1 Miliar Lebih, Sudah Realisasi 40 Persen

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Peternakan Sapi di Kabupaten Flores Timur, Program Strategis Bupati Anton Doni dan Wabup Ignas Uran. Gambar diambil pada Jumat (8/5/2026).

Kawasan Peternakan Sapi di Kabupaten Flores Timur, Program Strategis Bupati Anton Doni dan Wabup Ignas Uran. Gambar diambil pada Jumat (8/5/2026).

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Yosef Arnoldus Pati Hurint, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Kegiatan Persiapan Sentral Pengembangan Sapi pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2025 mengatakan, terdapat tiga item pekerjaan persiapan sentral pengembangan sapi tersebut.

Tiga item yang dia maksud, yakni pekerjaan pembukaan jalan usaha tani (JUT), menanam dan pengolahan lahan. Didalam item menanam ini ada pengadaan bibit hijau makanan ternak (HMT), penanaman tanaman pagar, menanam beberapa jenis tanaman HMT dan Harian Orang Kerja (HOK).

Semua pekerja tersebut, jelas Yosef Arnoldus dilakukan dengan cara atau sistem swakelola tipe 3 atau dengan lembaga eksternal. Lembaga yang melaksanakan pekerjaan program kegiatan tersebut adalah LSM Barakat.

“Ini pekerjaannya mayor. Pekerjaannya menanam. Kita mengacu atau dasar yang kami gunakan Perpres No 16 Tahun 2018 kemudian diturunkan pada LKPP. Di situ dibicarakan soal swakelola tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan tipe 4. Di sini kami menggunakan swakelola tipe 3 dengan lembaga eksternal,” jelas dia saat ditemui di Kantor Disbunter Flores Timur, Senin (11/5/2026).

“Sehingga secara teknis pelaksanaan kita mengundang lembaga dan mereview lembaga bersangkutan lalu memintanya mengajukan semacam proposal baru dievaluasi. Selanjutnya diserahkan ke PA untuk dilakukan kerjasama atau MoU. Di kegiatan ini pemerintah melalui dinas perkebunan melakukan kerjasama dengan lembaga dalam hal ini LSM Barakat,” jelas

Pelaksanaan kegiatan persiapan sentra pengembangan sapi dengan lembaga Barakat tersebut, kata Yosef Arnoldus mulai bulan November dan berakhir pada 31 Desember 2025.

Baca Juga :  Pemda Flores Timur Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

“Kegiatan mulai November dan berakhir pada akhir Desember 2025. Kita ambil ini karena melihat juga dengan kondisi musim hujan. Selesai akhir tahun anggaran dan toleransi 11 hari jadi berakhir pada 11 Januari 2026. Setelahnya hitung denda,” katanya.

Yosef Arnoldus mengatakan, anggaran untuk persiapan sentra pengembangan sapi yang dikerjakan lembaga Barakat, yakni Rp 1.002.000.000.

“Dari total anggaran ini, kami baru realisasi pencairan 40 persen pada Desember 2025. Sisa 60 persen belum realisasi pencairan karena belum PHO. Kita belum lakukan PHO karena masih ada item menanam yang perlu diperbaiki atau dikerjakan,” katanya.

Yosef Arnoldus mengatakan, sejak lewat waktu masa pengerjaan pihaknya terus mendorong lembaga untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan.

“Secepatnya kami akan PHO, maka sekarang kami genjot turun terus ke lokasi melakukan pemantauan,” katanya.

Tidak berbeda dengan PPK, Yosef Arnoldus Hurint. Menurut Plt Kepala Disbunter Flores Timur, Vianey Tiki Tokan pelaksanaan kegiatan program persiapan sentra pengembangan sapi tersebut belum selesai karena belum dilakukan PHO.

Vianey Tokan mengatakan PHO mestinya sudah bisa dilakukan, tetap setelah peninjauan di lapangan, masih ada beberapa jenis HMT yang ditanam itu tidak hidup atau mati.

“Item ini mesti dilakukan lagi dengan cara menanam ulang. Karena hasil akhir tanaman yang ditanam itu hidup,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).

Vianey Tokan juga menyebutkan, bahwa realisasi anggaran untuk kegiatan sentra pengembangan sapi yang dikerjakan oleh lembaga Barakat baru 40 persen.

Baca Juga :  SESADO: Cahaya Kecil dari Rahim Panggilan yang ‘Memandu’ Langkah Besar

“Kita belum lakukan PHO karena masih ada yang perlu diperbaiki. Ini hal teknis dari PPK. Kami berharap diselesaikan sehingga bisa dilakukan PHO,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati (Wabup) Ignasius Boli Uran mempunyai 20 program strategis yang diluncurkan pada pada tahun anggaran 2026 ini.

Salah satu program strategis dengan alokasi anggaran boleh jadi mencapai belasan miliar rupiah, yakni peternakan sapi. Atau lebih familiar disebut pembibitan sapi. Lokasinya, Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga.

Program ini sejatinya mulai diusulkan pada 100 hari masa awal jabatan Bupati Anton Doni dan Wabup Ignas uran. Tepatnya, mulai awal Maret 2025 pada momen mendahului perubahan APBD tahun anggaran 2025.

Dalam perjalanan, program yang bertujuan sebagai salah satu daya lecut lompatan produktifitas pertanian dan peternakan ini tidak berjalan maksimal–dalilnya terbentur waktu 100 hari yang begitu singkat.

Program ini kemudian diusulkan dan ditetapkan lagi pada momen perubahan anggaran, Oktober tahun 2025. Namun lagi-lagi, program ini pun tidak berjalan maksimal, bahkan baru dimulai di penghujung tahun anggaran 2025–itupun berhenti hanya untuk penyediaan pakan.

Program ini kemudian ditetapkan untuk dilaksanakan atau dilanjutkan pada tahun anggaran 2026 atau kini program besar ini sedang dalam proses berjalan. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kelola 24 Lahan Parkir Tepi Jalan, PT. TFT Globalindo Pasang 18 Kamera Pengawas
Gandeng PT. TFT Globalindo, Pemda Sikka Terapkan E-Retribusi parkir Tepi Jalan Pertama di NTT
Pemda Sikka Terapkan E-Retribusi Parkir Tepi Jalan
Lantik Ibrahim jadi Kasat Pol PP, Bupati Ende; Anda Tidak Perlu jadi Pemimpin Seperti Penjual Es Krim
Realisasi Anggaran 40 Persen, Upah HOK Pekerja Persiapan Sentra Pengembangan Sapi di Flores Timur Belum Dibayar
Ketua PMKRI Ende Penuhi Panggilan Penyidik Klarifikasi Soal Dugaan Pengancaman Anak Saat Demo
Festival Budaya Anak TBM Solita di Asam Satu–Ruang Pewarisan Nilai Budaya dan Hidupkan Iklim Wisata Flores Timur
Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:28 WITA

Kelola 24 Lahan Parkir Tepi Jalan, PT. TFT Globalindo Pasang 18 Kamera Pengawas

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:12 WITA

Gandeng PT. TFT Globalindo, Pemda Sikka Terapkan E-Retribusi parkir Tepi Jalan Pertama di NTT

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:06 WITA

Pemda Sikka Terapkan E-Retribusi Parkir Tepi Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:52 WITA

Lantik Ibrahim jadi Kasat Pol PP, Bupati Ende; Anda Tidak Perlu jadi Pemimpin Seperti Penjual Es Krim

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WITA

Peternakan Sapi di Flores Timur–Swakelola Lembaga, Anggaran Rp 1 Miliar Lebih, Sudah Realisasi 40 Persen

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Pemda Sikka Terapkan E-Retribusi Parkir Tepi Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:06 WITA

Opini

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA