Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Gelar Seminar Kanker Serviks - FloresPos Net

Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Gelar Seminar Kanker Serviks

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny.Blandina Mamo Bena pose bersama Pemateri Seminar Penyebab, Dampak dan Pencegahan Kanker Serviks, Kanker Payudara, Influenza.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny.Blandina Mamo Bena pose bersama Pemateri Seminar Penyebab, Dampak dan Pencegahan Kanker Serviks, Kanker Payudara, Influenza.

BAJAWA, FLORESPOS.net-Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) Kabupaten Ngada menggelar Seminar Penyebab, Dampak dan Pencegahan Kanker Serviks, Kanker Payudara, dan Influenza.

Terobosan yang baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Ngada itu berlangsung di Aula Paroki Mater Boni Consili ( MBC ) Bajawa, Selasa ( 20/5/2025).

Seminar  menghadirkan pemateri  antara lain Chatarina Setiawati Sigit selaku Owner Metro Medika, Fery Arie Nugroho selaku Regional Manager Biofarma Jatim, Bali, NTT dan NTB serta Dokter Michael Chietra, M.Biomed,SPOG.

Seminar dibuka Bupati Ngada, Raymundus Bena dan dihadiri Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada Jois Djawa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny. Blandina Mamo Bena, segenap pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, para tenaga kesehatan,para Camat, ketua dan anggota Dharmayukti, Bhayangkari, WKRI, utusan Mahasiswa STIPER Flores- Bajawa, dan para pelajar SMA di Kota.

Raymundus Bena dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan demi mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Ngada.

Kegiatan perdana yang dilakukan tim penggerak PKK Kabupaten Ngada merupakan satu hal yang luar biasa dan menunjukkan keberpihakan kepada  sesama kaum perempuan.

Kanker leher rahim atau Serviks merupakan penyakit yang paling banyak menyerang kaum perempuan termasuk di Kabupaten Ngada.

Kanker serviks dari data kementerian Kesehatan menyumbang angka kematian tertinggi kedua di Indonesia dan Kabupaten Ngada merupakan penyakit mematikan yang kelima.

Sebagian besar yang terkena penyakit tersebut diketahui saat berada pada stadium lanjut sehingga risiko kematian cukup tinggi.

Baca Juga :  Sarifudin Malik: Semua Alat Tangkap di Manggarai Barat Ramah Lingkungan

Pengetahuan akan penyakit ini sungguh sangat penting diketahui oleh keluarga seperti suami agar proses pencegahannya dapat dilakukan.

Kabar baik untuk pencegahan penyakit kanker serviks adalah dengan Vaksinasi HPV.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada melaksanakan program tersebut dengan berbagai upaya yang dimulai dengan sosialisasi tentang vaksin dan deteksi dini kanker Serviks .

Ke depan, pihaknya menyiapkan juga anggaran untuk mendatangkan vaksin HPV dan diberikan kepada kaum perempuan dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua dan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Ny.Blandina Mamo Bena mengatakan, data yang diambil dari World Health Organization (WHO) tahun 2022 menunjukan jumlah kasus kanker serviks menjadi kanker nomor 2 terbanyak yang diderita di Indonesia setelah Kanker Payudara. Program vaksinasi HPV yang berjalan saat ini masih fokus pada perempuan usia SD kelas 5-6.

Sementara perempuan kelompok usia lain juga beresiko tertular virus HPV Type 16 dan 18, dimana virus ini merupakan  pemicu kanker serviks.

Kementrian kesehatan bersama dengan lembaga nasional dan internasional mencanangkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di indonesia tahun 2020-2023 (RAN).  Dengan visi “Bersatu meraih masa depan di mana kanker leher rahim tidak ada lagi dan setiap perempuan di semua demografi sosial dan ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker leher rahim”.

Kanker payudara merupakan Penyakit yang  terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara yang dapat menyebar ke organ lain dan jika tidak segera ditangani dapat memicu pertumbuhan sel kanker yang berbahaya.

Baca Juga :  Rakor Triwulan II Forum Konservasi Mbou--Konservesi Berkelanjutan Berbagai Potensi Ekologis adalah Keharusan

Faktor risiko kanker payudara meliputi riwayat keluarga, gaya hidup tidak sehat, serta paparan hormon tertentu. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan program deteksi dini, seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan mamografi bagi kelompok berisiko.

Selain itu, peningkatan akses terhadap pengobatan seperti operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi juga menjadi fokus utama dalam menangani kasus kanker payudara.

Saat ini, upaya pencegahan kanker payudara juga mengarah pada penelitian dan pengembangan vaksin sebagai bentuk perlindungan di masa depan. Beberapa penelitian global menunjukkan potensi vaksin untuk mencegah atau menghambat perkembangan kanker payudara. Diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker di Indonesia di masa mendatang.

Sosialisasi tersebut menjawab fenomena yang kini marak terjadi di mana semakin banyak kaum perempuan yang mengalami kanker terutama kanker serviks dan kanker payudara.

Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C. Penyakit ini mudah menular melalui droplet saat batuk, bersin, atau kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus.

Di Indonesia, influenza sering muncul sebagai wabah musiman, terutama saat perubahan cuaca. Meskipun gejalanya bisa ringan hingga sedang, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta.Pemerintah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. *

Penulis : wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA