BAJAWA, FLORESPOS.net-Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) Kabupaten Ngada menggelar Seminar Penyebab, Dampak dan Pencegahan Kanker Serviks, Kanker Payudara, dan Influenza.
Terobosan yang baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Ngada itu berlangsung di Aula Paroki Mater Boni Consili ( MBC ) Bajawa, Selasa ( 20/5/2025).
Seminar menghadirkan pemateri antara lain Chatarina Setiawati Sigit selaku Owner Metro Medika, Fery Arie Nugroho selaku Regional Manager Biofarma Jatim, Bali, NTT dan NTB serta Dokter Michael Chietra, M.Biomed,SPOG.
Seminar dibuka Bupati Ngada, Raymundus Bena dan dihadiri Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada Jois Djawa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny. Blandina Mamo Bena, segenap pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, para tenaga kesehatan,para Camat, ketua dan anggota Dharmayukti, Bhayangkari, WKRI, utusan Mahasiswa STIPER Flores- Bajawa, dan para pelajar SMA di Kota.
Raymundus Bena dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan demi mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Ngada.
Kegiatan perdana yang dilakukan tim penggerak PKK Kabupaten Ngada merupakan satu hal yang luar biasa dan menunjukkan keberpihakan kepada sesama kaum perempuan.
Kanker leher rahim atau Serviks merupakan penyakit yang paling banyak menyerang kaum perempuan termasuk di Kabupaten Ngada.
Kanker serviks dari data kementerian Kesehatan menyumbang angka kematian tertinggi kedua di Indonesia dan Kabupaten Ngada merupakan penyakit mematikan yang kelima.
Sebagian besar yang terkena penyakit tersebut diketahui saat berada pada stadium lanjut sehingga risiko kematian cukup tinggi.
Pengetahuan akan penyakit ini sungguh sangat penting diketahui oleh keluarga seperti suami agar proses pencegahannya dapat dilakukan.
Kabar baik untuk pencegahan penyakit kanker serviks adalah dengan Vaksinasi HPV.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada melaksanakan program tersebut dengan berbagai upaya yang dimulai dengan sosialisasi tentang vaksin dan deteksi dini kanker Serviks .
Ke depan, pihaknya menyiapkan juga anggaran untuk mendatangkan vaksin HPV dan diberikan kepada kaum perempuan dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua dan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Ny.Blandina Mamo Bena mengatakan, data yang diambil dari World Health Organization (WHO) tahun 2022 menunjukan jumlah kasus kanker serviks menjadi kanker nomor 2 terbanyak yang diderita di Indonesia setelah Kanker Payudara. Program vaksinasi HPV yang berjalan saat ini masih fokus pada perempuan usia SD kelas 5-6.
Sementara perempuan kelompok usia lain juga beresiko tertular virus HPV Type 16 dan 18, dimana virus ini merupakan pemicu kanker serviks.
Kementrian kesehatan bersama dengan lembaga nasional dan internasional mencanangkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di indonesia tahun 2020-2023 (RAN). Dengan visi “Bersatu meraih masa depan di mana kanker leher rahim tidak ada lagi dan setiap perempuan di semua demografi sosial dan ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker leher rahim”.
Kanker payudara merupakan Penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara yang dapat menyebar ke organ lain dan jika tidak segera ditangani dapat memicu pertumbuhan sel kanker yang berbahaya.
Faktor risiko kanker payudara meliputi riwayat keluarga, gaya hidup tidak sehat, serta paparan hormon tertentu. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan program deteksi dini, seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan mamografi bagi kelompok berisiko.
Selain itu, peningkatan akses terhadap pengobatan seperti operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi juga menjadi fokus utama dalam menangani kasus kanker payudara.
Saat ini, upaya pencegahan kanker payudara juga mengarah pada penelitian dan pengembangan vaksin sebagai bentuk perlindungan di masa depan. Beberapa penelitian global menunjukkan potensi vaksin untuk mencegah atau menghambat perkembangan kanker payudara. Diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker di Indonesia di masa mendatang.
Sosialisasi tersebut menjawab fenomena yang kini marak terjadi di mana semakin banyak kaum perempuan yang mengalami kanker terutama kanker serviks dan kanker payudara.
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C. Penyakit ini mudah menular melalui droplet saat batuk, bersin, atau kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus.
Di Indonesia, influenza sering muncul sebagai wabah musiman, terutama saat perubahan cuaca. Meskipun gejalanya bisa ringan hingga sedang, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta.Pemerintah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. *
Penulis : wim de Rozari
Editor : Anton Harus










