Rakor Triwulan II Forum Konservasi Mbou–Konservesi Berkelanjutan Berbagai Potensi Ekologis adalah Keharusan - FloresPos Net

Rakor Triwulan II Forum Konservasi Mbou–Konservesi Berkelanjutan Berbagai Potensi Ekologis adalah Keharusan

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada bersama stakeholder lainnya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Triwulan II Forum Konservasi Mbau (Komodo) dan Spesies lainnya pada Kamis (30/4/2026) di aula Setda. Rakor itu dibuka oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.

Dalam sambutan, Wakil Bupati (Wabup) Ngada Bernadinus Dhey Ngebu mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Rapat Koordinasi Forum Triwulan I dan Workshop KTH yang sudah dilaksanakan pada Februari dan Maret 2026.

Ia menjelaskan, Kabupaten Ngada merupakan salah satu wilayah di kawasan pulau Flores yang menyimpan nilai konservasi global khususnya terhadap keberadaan Komodo Dragon sebagai spesies flagship, spesies endemik lain, terumbu karang, mangrove dan sumber daya laut serta lainnya sebagai potensi ekologis yang patut mendapat perhatian serius oleh seluruh pemangku kepentingan baik oleh pemerintah, masyarakat beserta unsur-unsur terkait lainnya.

Secara faktual kawasan potensi ekologis ini selain bernilai konservasi sekaligus menjadi ruang hidup ribuan masyarakat yang menggantungkan diri pada perikanan, pariwisata, dan pertanian.

Tekanan ekologis (degradasi habitat, penangkapan ikan berlebih/destruktif, limbah pariwisata, perubahan iklim) ditambah dengan kelemahan tata kelola lintas sektor dan keterbatasan alternatif ekonomi, dapat memberikan dampak buruk terhadap keberadaan ekosistem yang ada di kawasan itu serta menyulitkan upaya konservasi yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada sangat menyadari akan kemanfaatan potensi ekologis terutama Komodo Dragon sebagai spesies flagship yang dalam budaya lokal disebut Mbou.

Keberadaannya, menurutnya, telah memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata. Namun di sisi lain pemanfaatan potensi ekologi bagi kepentingan kultural-sosial-ekonomi, secara bertahap dapat memberikan dampak buruk bagi kelangsungan ekosistem potensi ekologis itu sendiri

Baca Juga :  Wakil Ketua MPR RI dan Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar MPR di Ende

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada menyadari sepenuhnya bahwa konservasi berkelanjutan terhadap berbagai potensi ekologis adalah sebuah keharusan.

Sehingga melalui berbagai forum, Pemda terus memberi atensi bagi keberlangsungan ekologis dikarenakan keunikan hayati berupa spesies flagship (Mbou) beserta spesies endemik lain merupakan aset berharga bagi Kabupaten Ngada khususnya dan Flores umumnya.

Kehadiran pemerintah pada kegiatan ini, katanya, menunjukan komitmen kuat bagi terselenggaranya konservasi berkelanjutan terhadap aset ekologis berharga yang ada di wilayah Kabupaten Ngada pasca dilakukannya pembentukan Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan di Kabupaten Ngada sesuai Keputusan Bupati Ngada Nomor 359/KEP/HK/2025 tanggal 10 Juli 2025.

Kata Wabup Berni Dhey, Visi “Terwujudnya Ngada yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya, Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan” mencerminkan bentuk komitmen Pemda Ngada melaksanakan pembangunan secara berkualitas serta bersinergi dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam hal memastikan koordinasi, legitimasi, dan keberlanjutan intervensi, salah satunya terkait keberlangsungan ekologis.

Ia menambahkan, melalui Misi Pertama yakni Mendorong percepatan peningkatan daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, agroindustri, koperasi dan pariwisata berbasis pedesaan yang inklusif dan berwawasan lingkungan, Pemda Ngada mau menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah senantiasa berbasis inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah

Isu lingkungan merupakan vocal point dalam setiap tindakan pembangunan yang diselenggarakan oleh Pemda Ngada termasuk didalamnya memastikan keberlanjutan potensi ekologis melalui tindakan nyata berupa penetapan regulasi dan penegakan hukum, pembangunan Infrastruktur lingkungan, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, mendorong inovasi dan ekonomi berkelanjutan serta pembentukan kawasan konservasi.

Menurut Wabup, tindakan ini diambil sebagai langkah intervensi dalam menyikapi kondisi eksisting. Pertama, ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam yakni sebagian besar pesisir dan pulau kecil menggantungkan penghidupan pada perikanan, pariwisata lokal, dan pertanian subsisten yang membuat mereka rentan terhadap perubahan ekologi dan kebijakan yang tidak partisipatif.

Kedua, struktur sosial adat dimana hak dan aturan adat memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya lokal. Pengakuan dan keterlibatan masyarakat adat adalah aspek kunci untuk legitimasi intervensi.

Dan ketiga, kesenjangan ekonomi dan alternatif penghidupan yakni keterbatasan alternatif pendapatan mendorong praktik yang memberi tekanan pada sumber daya sehingga program livelihood berupa aktivitas ekonomi berbasis karakteristik sosial budaya yang relevan dan inklusif perlu diintegrasikan dengan kegiatan konservasi.

Hadir pada Rakor tersebut, Kepala Bidang Tehnik KSDA Wilayah II Ruteng Yohanes Berchmans Fua, Ketua Forum Multi Stakeholder Peduli Mbou- Riung, Program Manager In-Flores Mulyo Hutom, Staf Ahli, Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah dan Kepala Bagian Setra, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi dan Camat Riung. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru