Sarifudin Malik: Semua Alat Tangkap di Manggarai Barat Ramah Lingkungan - FloresPos Net

Sarifudin Malik: Semua Alat Tangkap di Manggarai Barat Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sarifudin Malik, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) memastikan semua alat tangkap yang digunakan nelayan di daerah itu ramah lingkungan.

Ia mengatakan itu menanggapi Florespos.net baru-baru ini di Labuan Bajo, terkait kesadaran nelayan Mabar terhadap pelestarian lingkungan perairan di kabupaten berlabel pariwisata kelas dunia itu, khususnya pelestarian laut.

Malik menilai, hampir dipastikan kesadaran dan kemauan baik kaum nelayan Mabar terhadap pelestarian lingkungan laut sejauh ini baik.

Terbukti dalam aktivitas keseharian mereka mencari dan mendapatkan hasil laut, termasuk penangkapan ikan, tidak menggunakan bahan destruktif. Alat tangkap merusak dan memusnahkan di antaranya bom dan pukat hari mau.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penganiayaan di Hari Natal, Kapolsek Soa: Penyidik akan Dalami Keterangan Para Terduga

Sebaliknya alat tangkap yang dipergunakan nelayan Mabar sejauh ini, kata mantan Lurah Labuan Bajo Kecamatan Komodo Mabar itu diyakini semuanya ramah lingkungan.

Disebutkan, berdasarkan data terkini DKPP, bahwa jumlah alat tangkap pada nelayan Mabar sebanyak 2,556. Terdiri dari bagan perahu 88, pancing ulur 1,134, pukat cincin/purse seine 46, bubu 34, jaring insang/gill net 696, dan alat-alat lainnya 556.

Total armada perikanan laut di Mabar, juga seturut data terbaru DKPP yakni sebanyak 2,196, terdiri dari perahu tanpa motor dan perahu motor.

Perahu tanpa motor berupa jukung 307 unit dan perahu papan 109 unit. Kapal motor yakni berupa motor tempel 525 unit, 0-5 GT 1,236 unit, dan 5 GT keatas 19 unit.

Baca Juga :  Konservasi Harga Mati Bagi BPOLBF

Sedangkan total nelayan di Mabar, juga sesuai data terbaru DKPP, yakni 3,070 orang. Berstatus nelayan penuh 2,267 orang, nelayan sambilan utama 571 orang, dan nelayan sambilan tambahan 232 orang.

Nelayan di Mabar menetap di 4 kecamatan, yaitu Komodo, Lembor Selatan, Masang Pacar, dan Boleng, karena 4 itu memiliki wilayah laut.

Di Kecamatan Komodo 1,880 nelayan, alat tangkap 1,343, dan armada perikanan laut 1,175.

Untuk Kecamatan Lembor Selatan 377 nelayan, 223 alat tangkap, dan 210 armada perikanan laut.

Kecamatan Masang Pacar terdiri dari 201 nelayan, 286 alat tangkap, dan 336 armada perikanan laut. Di Kecamatan Boleng 612 nelayan, 704 alat tangkap, dan 475 armada perikanan laut, urai Malik. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Karantina Sesalkan Penahanan Sapi oleh Pol. PP Ende
Bunda Literasi Kabupaten Sikka Kukuhkan Pengurus Pokja Bunda Literasi Periode 2026–2029
SMAKN Ende Gelar Pembinaan ASN dan Gerakan Ekoteologi Bersama Direktur Pendidikan Katolik
Berita ini 463 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:43 WITA

Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:15 WITA

Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:52 WITA

Karantina Sesalkan Penahanan Sapi oleh Pol. PP Ende

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA