Ambisi Kekuasaan Mengorbankan Nelayan: PPI Alok Tersingkir dari Rencana Nasional - FloresPos Net

Ambisi Kekuasaan Mengorbankan Nelayan: PPI Alok Tersingkir dari Rencana Nasional

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 22:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanes DBR Minggo

Yohanes DBR Minggo

Oleh: Yohanes DBR Minggo

PERATURAN Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/2012 dengan jelas menegaskan bahwa pelabuhan perikanan adalah kawasan strategis yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan sistem bisnis perikanan, yang meliputi berbagai layanan penting seperti tambat-labuh, bongkar muat ikan, pengolahan, distribusi, dan perawatan kapal.

Secara kelembagaan, pengelolaan pelabuhan ini melibatkan dua domain utama: pemerintahan dan pengusahaan.

Fasilitas yang disediakan pun beragam, mulai dari dermaga hingga tempat pemasaran ikan, yang semuanya harus berada dalam kawasan pelabuhan perikanan yang telah diklasifikasikan.

Salah satu contoh pelabuhan yang seharusnya mendapat perhatian serius adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Alok di Kabupaten Sikka.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 109 Tahun 2021, PPI Alok tercatat sebagai pelabuhan perikanan tipe D, dengan proyeksi peningkatan status menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) pada periode 2031–2035.

Baca Juga :  PSI "Jual" Kaesang Menuju Senayan?

Namun, status ini terancam batal setelah Keputusan Menteri KP Nomor 132 Tahun 2023 mengeluarkan PPI Alok dari daftar rencana induk nasional. Sebabnya? Pengalihan kewenangan pengelolaan pelabuhan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi yang hingga kini belum dilaksanakan.

Hal ini menggarisbawahi sebuah persoalan besar terkait kurangnya komitmen pemerintah daerah, khususnya Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam undang-undang tersebut, pengelolaan pelabuhan perikanan adalah kewenangan pemerintah provinsi, yang bertujuan untuk memperlancar integrasi kebijakan dan pembangunan antarlevel pemerintahan.

Baca Juga :  Menimang Kekuatan Fakta dan Tafsir dalam Menentukan Arah Kebijakan

Namun, kenyataannya, pengalihan kewenangan ini masih tersendat-sendat di Kabupaten Sikka, yang justru menghambat pengembangan sektor perikanan secara keseluruhan.

Pemerintah Kabupaten Sikka, terutama Kepala Dinas Perikanan, nampaknya lebih memilih mempertahankan kekuasaan atas pengelolaan pelabuhan, ketimbang memprioritaskan pembangunan sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan.

Padahal, jika merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sangat jelas bahwa penyelenggara pelayanan publik, termasuk pemerintah daerah, wajib menyediakan layanan yang cepat, tepat, terjangkau, dan berkeadilan bagi masyarakat.

PP ini menekankan pentingnya prinsip-prinsip profesionalisme, partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek penyelenggaraan pelayanan publik.

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Berita ini 367 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Berita Terbaru