Siswa Tenggelam di NTT Belum Ditemukan, Warga Pasang 4 Jaring Ikan di Jembatan Gongger Wae Pesi - FloresPos Net - Page 3

Siswa Tenggelam di NTT Belum Ditemukan, Warga Pasang 4 Jaring Ikan di Jembatan Gongger Wae Pesi

- Jurnalis

Rabu, 15 Januari 2025 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kampung Gongger, Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara  Ahmad Said (kiri) berpose bersama Danpos Babinsa Lambaleda Utara Sertu Bahrudin (tengah) dan Wartawan Florespos.net Wall Abulat usai memantau pemasangan jaring di Kali Wae Pesi, Rabu (15/1/2025).

Warga Kampung Gongger, Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara Ahmad Said (kiri) berpose bersama Danpos Babinsa Lambaleda Utara Sertu Bahrudin (tengah) dan Wartawan Florespos.net Wall Abulat usai memantau pemasangan jaring di Kali Wae Pesi, Rabu (15/1/2025).

Pelbagai elemen warga Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara dan warga Batok, Desa Salama, Kabupaten Manggarai turut membantu aparat keamanan melakukan pencarian siswa yang hilang, namun hingga Selasa petang korban belum ditemukan.

Tampak hadir di lokasi kejadian dan terlibat dalam aksi pencarian yakni Kapolsek Lambaleda Utara Iptu Aris Ahmad, SIP dan anggotanya, Kapolsek Reok Ipda Joko Sugiarto, S.AP, M.H dan anggotanya, Anggota Sat. Polair, Koramil 1612-03 Reo, Babinsa Kecamatan Lambaleda Utara Serda Herwaman.

Baca Juga :  Mgr. Maksimus Regus Uskup Aktif Keempat di Indonesia Menyandang Gelar Profesor

Pantauan media ini di lokasi kejadian, Selasa petang mencatat bahwa aparat keamanan dan warga menggunakan satu unit kompresor milik saudara Muhamad Saud Badra mengitari lokasi kejadian untuk mencari pelajar yang hilang, namun upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Minta FKI NTT Adakan Kejuaraan Lokal Kempo di Ruteng

Untuk menggali informasi terkait kejadian ini, Polsek Lambaleda Utara meminta keterangan tiga orang saksi asal Jongkoe, Desa Satarpunda Barat yakni Junardianus Helmus (12), Julianus Putra Hambu (8), dan Aditia, Arfilan Dasjait (8).

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 342 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 15:50 WITA

Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Opini

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:23 WITA

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA