Pemerintah Mesti Berikaan Rasa Aman Warga Terdampak HPL - FloresPos Net

Pemerintah Mesti Berikaan Rasa Aman Warga Terdampak HPL

- Jurnalis

Senin, 14 Agustus 2023 - 18:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah mesti memberi rasa aman masyarakat terdampak HPL (hak pengelolaan lahan) sejumlah desa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT. Itu bentuk kehadiran Pemerintah/Negara buat kebaikan warga negaranya.

Pemerintah dimaksud baik Pemerintah Pusat (Pempus), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT pun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar.

Demikian Wakil Ketua DPRD Mabar, Marselinus Jeramun kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Menurutnya, isu HPL di sejumlah desa di Kecamatan Komodo akhir- akhir ini sudah rahasia umum karena telah menjadi konsumsi publik. Para permilik lahan yang terdampak HPL gelisa karena status tanah mereka jadi tidak jelas kabarnya.

Baca Juga :  HUT Pramuka ke-65, Gudep SMAN 8 Poco Ranaka Peduli Sampah

Awalnya tanah mereka milik pribadi, tetapi ternyata tidak jelas karena masuk HPL. Masuk HPL berarti tanah milik negara, ujar Jeramun.

Oleh karena itu, lanjut Jeramun, pemerintah mesti memberi rasa aman dan nyaman bagi Warga masyarakat sejumlah desa di Kecamatan Komodo Mabar yang terdampak HPL, karena itu salah satu betuk kehadiran Pemerintah terhadap kebaikan warga negaranya.

Baca Juga :  Realisasi PAD Jauh Dari Harapan, Pemkab Manggarai Barat Pangkas Sejumlah Kegiatan Fisik

“Pemerinta mesti segera tuntas masalah HPL. Jangan gantung, jangan biarkan persoalan itu berlarut-larut,” ujar Jeremun.

Dilansir media ini sebelumnya, Ketua DPRD Mabar, Martinus Mitar, mendesak Pempus segera sosilasikan HPL kepada masyarakat. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores
Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:01 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 18:59 WITA

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo

Selasa, 15 September 2026 - 20:54 WITA

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:01 WITA