MBAY, FLORESPOS.net – Angka kasus penderita malaria di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, sudah mulai menunjukkan penurunan. Bahkan sejak Januari hingga memasuki minggu pertama pada bulan Juni 2023 baru terdeteksi dua kasus.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Renny Wahyuningsih yang di konfirmasi Florespos.net, Senin (5/6/2023).
Dikatakan, Pemkab Nagekeo benar-benar lega, kasus malaria yang sebelumnya sempat merebak dan dikhawatirkan juga akan ditetapkan sebagai daerah KLB sebagaimana beberapa kabupaen/kota lainnya, akhirnya tak terjadi. Yang ada malah, kasus penyakit yang mematikan ini, jumlahnya menurun drastis.
Menurun dokter Renny, kasus malaria, terkait dengan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan yang dilakukan Pemkab melalui Dinas Kesehatan Nagekeo.
Sebagai contoh, imbauan kepada masyarakat untuk hidup sehat yang salah satunya melakukan gotong royong massal membersihkan lingkungan, dianggap sebagai salah satu upaya efektif mencegah malaria.
“Kita bersyukur kasus malaria ini dapat ditekan. Fogging pada lokasi-lokasi kasus memang fokus kita lakukan. Disamping juga dengan program abatesasi dengan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampuangan air. Kemudian penyebarluasan infromasi tentang penanggulangan malaria melalui media, sosialisasi di tempat umum tentang malaria di seluruh wilayah kabupaten Nagekeo. Serta informasi penyakit malaria melalui mobil keliling. Kita juga melakukan penyuluhan di posyandu-posyandu,” katanya.
Untuk di ketahui, Data malaria 4 tahun yakni tahun 2020 ada 4 kasus. 4 kasus tersebut terjadi 2 di Puskesmas Mauponggo dan 2 kasus terdapat di Puskesmas Jawakisa. Tahun 2021 nihil alias nol. Sementara tahun 2022 ada 8 kasus. Dengan rincian 3 kasus malaria terdapat di puskesmas Mauponggo, Puskesmas Nangaroro 1, Puskesmas Maunori 1, Puskesmas Boawae 2, dan puskesmas Kaburea 1. Sementara data kasus malaria Januari sampai Mei 2023 baru dua kasus. Dua kasus malaria itu terdapat di Puskesmas Mauponggo 1 dan Puskesmas Maunori 1 kasus.*
Penulis:Arkadius Togo/Editor:Anton Harus










