ENDE, FLORESPOS.net-Bencana gempa bumi melanda Flores- NTT 15 Agustus 2026 lalu membawa berbagai dampak. Salah satu dampak yang dialami warga yaitu kesulitan air bersih.
Wilayah itu seperti Dusun Songga, Desa Embu Theru di dataran Nuabosi, Kecamatan Ende.
Dusun Songga yang dihuni oleh 250 jiwa diantaranya 40 orang Lansia, tujuh orang balita 0-2 tahun dan tiga orang ibu hamil terpaksa konsumsi air keruh yang mengeluarkan air belerang.
Kesulitan mendapatkan air bersih juga dialami warga di beberapa wilayah yaitu di Desa Watunggere dan Unggu di Kecamatan Detukeli, Desa Wolotopo dan Rateroru Kecamatan Detusoko, Desa Kebirangga, Magekapa, Kolikapa, Nabe, Kobaleba di kecamatan Maukaro.
Forum Academia (FAN NTT) dan Pemuda Katolik merespon persoalan ini dan menyalurkan air bersih ke Dusun Songga, Desa Embu Theru, Nuabosi, Minggu (23/8/2026) siang.
Vinsen Sangu, Koordinator Tim FAN NTT Peduli Gempa Flores yang juga Sekretaris Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende mengatakan pihaknya menyalurkan air bersih ke Dusun Songga setelah berkoordinasi dengan Posko Keuskupan Agung Ende.
“Setelah berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana Keuskupan Agung Ende, FAN NTT didukung oleh Pemuda Katolik, Yayasan RSBI NTT dan Samdhana Institute menyalurkan air bersih ke Dusun Songga”.
Air bersih yang disalurkan ke Dusun Songga Nuabosi dibawa dari Kota Ende yang jaraknya kurang lebih 25 kilometer.
Vinsen yang juga anggota DPRD Ende ini mengharapkan pemerintah melihat persoalan yang dihadapi oleh warga akan kebutuhan air bersih.
Warga Dusun Songga mengatakan sebelumnya mata air di wilayah tersebut tidak keruh dan mengeluarkan bau belerang. Kondisi ini baru terjadi setelah gempa.
“Sebelumnya tidak seperti ini, setelah gempa kondisi air kami keruh dan tidak dikonsumsi. Lalu aroma air bau belerang”.
“Kami berterimakasih karena dari pihak Pemuda Katolik sudah membantu. Kami berharap kedepannya yang berhati baik membantu mengatasi masalah yang dihadapi”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










