ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak 70 Mahasiswa asal Kabupaten Ende korban Gempa Flores masuk dalam Kategori Desil 1-4 menerima program beasiswa KIP Kuliah untuk masuk di Universitas Doktor Nugroho Magethan Jawa Timur.
Tujuh puluh mahasiswa ini difasilitasi atas aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Ende Fraksi PDI Perjuangan, Ferdinandus Watu.
Politisi muda yang akrab disapa Nando ini menerangkan bahwa Program Beasiswa KIP Kuliah sebagai wujud dukungan kepada anak-anak korban Gempa Flores untuk melanjutkan kuliah dan mendapat akses pendidikan yang layak.
“Ini bagian dari tanggung jawab dan aspirasi sebagai wakil rakyat dalam memfasilitasi dan mendukung anak-anak Flores dan Ende khususnya, agar anak- anak dari kampung dan desa yang berlatarbelakang ekonomi lemah, dari orang tua yang tidak mampu dan juga korban gempa mendapat akses pendidikan yang layak lewat jalur beasiswa ini,” kata politisi muda PDI Perjuangan itu pada acara pelepasan mahasiswa yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Ende, Minggu (23/8/2026).
Nando Watu sebagai kordinator beasiswa menuturkan bahwa para mahasiswa ini sudah melewati proses seleksi admitrasi, wawancara sejak bulan Mei. Ada ratusan yang mendaftar namun yang lolos 70 anak dan akan berangkat ke Magethan dalam tiga gelombang.
Gelombang 1, tanggal 24 Agustus, gelombang II 29 Agustus dan Gelombang III bulan September.
“Mahasiswa penerima beasiswa KIP kuliah ini, setelah melewati proses seleksi admistrasi dan wawancara dan lolos untuk 9 program studi, yakni program studi, Bahasa Inggris, PGSD, PJOK, Informatika, pengolahan pangan, sosial ekonomi pertanian, pendidikan guru Paud, pendidikan luar biasa, masing-masing akan mendapat bantuan berupa keuangan sebesar 4,8 juta per semester, dan untuk program unggulan seperti PGSD, Bahasa Inggris dan Pendidikan Olahraga akan mendapat 8 juta persemster”.
Sementara itu, perwakilan kampus UDN Magethan, Atanasia Dian Setiati, menyambut hangat kedatangan mahasiswa asal Ende.
Ia menegaskan bahwa pihak kampus akan mendampingi mahasiswa tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga kebutuhan tempat tinggal serta adaptasi dengan lingkungan baru.
“Kalian kini bagian dari keluarga besar UDN. Tunjukkan karakter jujur, terbuka, dan saling mendukung, saat setiba di Surabaya Anak anak akan dijemput oleh kendaraan kampus, dan akan dibantu u fasilitasi tempat tinggal selama kuliah di Magthan,” katanya.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dihadapan Anggota DPRD, Utusan UDN Magethan, Mahasiswa dan Orang Tua menegaskan tentang kesiapan anak- anak menuju Ende dalam 10-15 tahun ke depan.
“Kita akan membuka BLUD dalam aneka bidang, pertanian dan peternakan, pasar, perikanan, kesehatan jadi kami berharap anak anak kembali ke Ende setalah lulus dan mampu mengisi ruang kerja yang ada yang disiapkan pemerintah. Kalian ada investasi masa depan Ende, berjuanglah, dan membawa nama baik daerah,” kata Yoseph Badeoda yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










