LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terkini pasca bencana gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores Sabtu (15/8/2026).
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyebutkan, hingga Senin (24/8/2026) jumlah korban meninggal dunia sebanyak 100 orang dan 1.603 orang lainnya mengalami luka-luka.
“Korban yang meninggal rata-rata adalah korban yang mengalami luka berat saat gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dan tidak bisa tertolong,” ujarnya.
Suharyanto memaparkan, jumlah korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 38 orang disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang.
Selain itu, Kabupaten Nagekeo terdapat 13 korban meninggal dunia, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang dan Manggarai Barat sebanyak 1 orang.
Terdapat pula 180.327 orang yang mengungsi dan tersebar di posko baik itu posko terpusat maupun posko mandiri di 7 kabupaten terdampak serta terdapat 73.818 unit rumah mengalami kerusakan.
“Rumah yang rusak berat sebanyak 23.276 unit, rusak sedang sebanyak 17.563 unit dan rusak ringan sebanyak 32.979 unit.Terdapat 1.915 fasilitas umun yang rusak meliputi jalan raya, rumah sakit, gedung sekolah, pelabuhan dan terminal., bebernya.
Suharyanto menambahkan, terdapat 118 fasilitas kesehatan terdampak, 504 kantor rusak, 396 rumah ibadah rusak, 1.378 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Dirinya mengaku data ini merupakan data sementara dan seiring berjalannya waktu maka diharapkan data ini akan semakin lengkap.
Kondisi di Flores kata dia, masih dipengaruhi aktivitas gempa susulan yang terus terjadi setelah gempa utama. Hingga hari kedelapan, BMKG mencatat 6.409 kali gempa susulan yang membuat sebagian warga tetap memilih berada di luar rumah meski bangunan mereka tidak mengalami kerusakan. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










