LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) NTT, Yulianus Weng, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu supaya mematuhi tata cara berpakaian serta menjaga prilaku, termasuk tak bertato dan tidak kucirkan rambut.
Wabup Weng mengatakan itu menanggapi media ini belum lama berlalu di Labuan Bajo, terkait aturan berpakaian ASN, termasuk bawah diri/perilaku sebagai panutan masyarakat.
Pakaian pada hari-hari kerja ASN, pria dan wanita, kata Wabup Weng, diatur dengan seragam. Misalnya Senin-Selasa keki, Rabu putih-hitam, Kamis motif daerah, Jumat pakaian olah raga, dan setiap tanggal 17 seragam KORPRI.
Model pakaian juga tidak asal sesuka hati ASN, tetapi ikut petunjuk di aturan. Misalnya rok untuk perempuan mesti lewat lutut dan sebagainya. Seragam laki-laki juga demikian. Jangan di atasnya kemeja putih dibawahnya levis/jeans hitam, tidak bagus. Semua itu ada dalam aturan berpakaian ASN, dan juga terkait etika, moral maupun budaya termasuk kesopanan dan kesantunan.
Kemudian, ASN juga semestinya tidak boleh bertato, harus rambut pendek, rambut juga tidak boleh panjang dan tidak boleh berkuncir. Yang pria juga tidak boleh pakai anting. Jaga sopan santun.
“Ingat, selain karena aturan, juga etika, moral, dan budaya Mabar khususnya,” ungkap Wabup Weng.
Tidak hanya itu, penampilan ASN juga harus rapi, indah. Jaga sopan satun dan tutur kata, baik saat jam kantor maupun di luar jam kantor. Tidak boleh pakai celana yang robek di lutut, buka dada, pakai bikini di pantai dan lain-lain.
ASN yang berpakaian dan berperilaku di luar aturan, etika, moral dan budaya, itu kesannya tidak baik. Bukan begitu ASN.
“ Nanti kita ingati waktu apel. Atau melalui (Badan) Kepegawaian kita sarankan setiap ASN, PNS maupun P3K harus memperhatikan budaya bersih, budaya rapi, budaya santun termasuk santun berpakaian, dan berbagai hal terkait lainnya, kata Wabup Weng.
Manggarai Barat sebagai daerah pariwisata super prioritas, pembagunan demi kemajuan, itu pasti. Dampak-dampak positifnya oke. Tetapi kalau yang negtifnya tidak boleh ditiru.
“Apa kita mau ke barat-baratan? Oh tidak. Kita harus mempertahan budaya asli kita sendiri. Harus tunjukan jati diri kita, termasuk dalam hal berpakaian. Kita harus jaga berperilaku, etik dan moral di depan wisatawan,” tutup Wabup Weng. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










