Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum - FloresPos Net

Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 08:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

HARI ini, 20 Juli 2026, gema Piala Dunia 2026 di lapangan hijau mungkin telah mereda. Namun ‘perang’ di media sosial, grup WhatsApp, hingga tongkrongan antar-fans di Indonesia justru belum berakhir. Fenomena ‘baku olok’, ejekan, dan rivalitas antarsuporter menjadi tontonan harian yang seolah tak ada habisnya. Apa yang sebenarnya ingin didapatkan dari fenomena?

Fenomena ini adalah manifestasi dari pencarian manusia akan identitas, ruang milik (sense of belonging), dan katarsis emosional. Melalui tim yang didukungnya, seorang fans tidak hanya membela sebelas pemain di lapangan. Ia sedang membela ‘identitas dirinya’ dan komunitasnya.

Baku olok, pada tingkat yang paling dasar, adalah bahasa yang digunakan oleh ‘suku-suku’ modern ini untuk saling berinteraksi, mengklaim superioritas, dan melepaskan ketegangan.

Baca Juga :  Mgr. Maksimus Regus Uskup Aktif Keempat di Indonesia Menyandang Gelar Profesor

Namun, sayangnya, ekspresi ini sering kali terjebak pada fanatisme sempit yang melupakan esensi permainan itu sendiri, di mana candaan berubah menjadi alat untuk merendahkan martabat sesama.

Untuk menemukan jawaban atas kesenjangan antara tribalisme modern ini dengan esensi sejati sepak bola, kita harus menoleh ke belakang. Kembali ke misi asli mengapa turnamen akbar ini pertama kali digulirkan pada tahun 1930.

Banyak orang mengenal Jules Ernest Séraphin Valentin Rimet sebagai tokoh yang mewujudkan Piala Dunia pertama pada tahun 1930. Rimet adalah seorang pengurus sepak bola asal Prancis yang menjabat sebagai presiden ke-3 FIFA, dari tahun 1921 hingga 1954.

Ia merupakan presiden dengan masa jabatan terlama dalam sejarah FIFA, yaitu selama 33 tahun. Ia juga pernah menjabat sebagai presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dari tahun 1919 hingga 1942, dan kembali menjabat dari tahun 1944 hingga 1949.

Baca Juga :  Pemdes Golo Wune di Manggarai Timur Bangun Rumah Produksi Pupuk Organik

Atas prakarsa Rimet, Piala Dunia FIFA pertama diselenggarakan pada tahun 1930. Trofi Jules Rimet dinamai sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Ia juga mendirikan klub Prancis, Red Star, yang dikenal dengan nama Red Star Club Français saat didirikan pada tahun 1897.

Seperti dikutip dari Aleteia, tidak banyak yang mengetahui bahwa visinya tentang sepak bola sebagai pemersatu bangsa-bangsa dipengaruhi oleh ajaran Paus Leo XIII. Inspirasi tersebut secara khusus bersumber dari ensiklik Rerum Novarum yang diterbitkan pada tahun 1891.

Paus Leo XIII mengajarkan pentingnya menghormati martabat setiap manusia, memperjuangkan keadilan sosial, membangun kesejahteraan bersama, dan memupuk persaudaraan tanpa memandang latar belakang.

Berita Terkait

Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Jaga Konektivitas Masyarakat 3T, ASDP Siap Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Q One Club Bungkam Quen VBC 3-1
Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:12 WITA

Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:08 WITA

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:37 WITA

Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WITA

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:08 WITA

Opini

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Senin, 20 Jul 2026 - 11:48 WITA