Pesan Ketua STPM Saat Lepas Mahasiswa KKN, “Datang ke Masyarakat Bukan untuk Menggurui” - FloresPos Net

Pesan Ketua STPM Saat Lepas Mahasiswa KKN, “Datang ke Masyarakat Bukan untuk Menggurui”

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St Ursula Ende, Yulita Eme telah melepas mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan lebih di tengah masyarakat.

Acara pelepasan dilaksanakan di Aula Kampus STPM St Ursula, Senin (6/7/2026) pagi.

Pada tahun ini mahasiswa STPM akan menjalani KKN dengan tiga skema yaitu KKN Tematik Gentaskin 2026, KKN Reguler Tematik dan KKN Reguler.

Skema ini dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STPM untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintah desa serta pengembangan model pelayanan berbasis komunitas.

Ketua STPM St Ursula, Yulita Eme pada kesempatan ini memberikan beberapa pesan kepada mahasiswanya yang menjadi pegangan saat berada di tengah masyarakat menjalani KKN.

Yulita mengatakan mahasiswa yang turun ke lapangan dalam kegiatan KKN adalah duta kampus maka harus menjaga nama baik kampus di tengah masyarakat.

“Kalian adalah duta kampus maka harus menjaga nama baik kampus melalui karya- karya yang menunujukkan kekhasan program studi di lembaga ini dan menjunjung tinggi nilai Serviam”.

Yulita juga menegaskan agar saat berada di masyarakat atau di desa selalu menghormati kearifan lokal setempat. Mahasiswa KKN juga diharapkan selalu menjaga kekompakan.

Baca Juga :  18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

“Selalu menghormati kearifan lokal yang ada di desa karena dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jaga kekompakan, kerja sama tim dengan tetap memperhatikan tujuan dari KKN”.

Diakhir pesannya, Ketua STPM St Ursula menekankan bahwa mahasiswa yang turun masyarakat melaksanakan KKN datang untuk belajar, mendengarkan masyarakat lalu bersinergi untuk mencari solusi, bukan datang untuk menggurui.

“Kalian datang untuk mendengar, belajar dari masyrakat dan kolaborasikan apa yang dimiliki selama kuliah dengan kondisi sososial kemasyarakatan bukan untuk menggurui. Apa yang didapat bisa disinergikan untuk mencapai tujuan. Penting bagi kami bahwa mahasiswa harus mempunyai etika yang baik saat datang ke masyarakat,” pesan Yulita.

KKN Gentaskin

Dosen pendamping Mahasiswa KKN Gentaskin, Fian Payong mengatakan selain KKN Reguler Tematik pada tahun ini mahasiswa STPM juga melaksanakan KKN Gentaskin.

Pada KKN Gentaskin sebanyak 42 mahasiswa STPM bergabung dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Provinsi NTT melaksanakan KKN yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah XV NTT. Pelaksanaan KKN Gentaskin difokuskan pada gerakan NTT tuntas stunting dan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Kinerja Baik, Yustinus Sani Kembali Pimpin Perumda Ende

Skema dari KKN Gentaskin yaitu mahasiswa diarahkan fokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pemerintah mengentaskan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Ketua Panitia KKN tahun 2026 STPM St Ursula, Hen Ajo Leda mengatakan mahasiswa yang melaksanakan KKN adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat.

Dikatakannya pelaksanaan KKN Gentaskin 2026 merupakan program kolaboratif yang diselenggarakan LLDIKTI XV dengan sasaran sebanyak seratus desa di 13 kabupaten.

Mahasiswa STPM ditempatkan pada beberapa kabupaten di Pulau Flores yaitu Flores Timur, Nagekeo, Ngada dan Manggarai Timur.

Untuk KKN Reguler Tematik, STPM St Ursula berkolaborasi dengan TRUK -F. Skema KKN ini mengusung tema “Desa Digital dan Pengembangan Model Layanan Berbasis Komunitas”. Lokasi KKN ada di lima kecamatan, lima desa di Kabupaten Ende.

Terakhir pada KKN Reguler, kata Hen, KKN dilaksanakan pada desa-desa binaan yang telah menjadi wilayah dampingan STPM. Program ini mengusung tema “Desa Partisipatif Melalui Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat”.

Pelaksanaan KKN Reguler difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintah desa, peningkatan partisipasi masyarakat serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA