Oleh: Ansel Atasoge
KAMIS (18/6/2026), Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ‘kunjung kerja’ ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Orang nomor dua di negeri ini turun langsung menyerap aspirasi rakyat kecil di pelosok desa.
Bupati Ende mengungkapkan bahwa Gibran secara khusus ‘mendengar langsung curahan hati ibu-ibu di desa’. Dengan sederhana namun penuh harap, mereka menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat mereka nantikan. Bagi para ibu, MBG menjadi harapan nyata untuk memastikan gizi anak-anak mereka terpenuhi di tengah himpitan ekonomi.
Program MBG yang digaungkan pemerintah pusat menemukan resonansi di hati masyarakat Ende. Para ibu dengan antusias menceritakan bagaimana program ini meringankan beban dapur sehari-hari sekaligus memastikan putra-putri mereka mendapat asupan nutrisi yang layak. Mereka berharap program ini dapat segera direalisasikan tanpa terkecuali, menjangkau hingga ke sudut-sudut desa yang selama ini kerap terlupakan.
Gibran juga menyempatkan diri menyambangi dunia pendidikan dengan mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko.
Di sekolah tersebut, Wapres melihat langsung kondisi fasilitas, ruang kelas, serta dinamika belajar mengajar yang berlangsung. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memotret realitas pendidikan di daerah terpencil.
Dari interaksi hangat dengan para guru, siswa, dan masyarakat setempat di SDN Wolomoni, Gibran membawa pulang sejumlah ‘pekerjaan rumah’ yang menjadi catatan penting untuk segera dieksekusi.
Mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kualitas pengajar, hingga ketersediaan bahan ajar yang memadai menjadi perhatian khusus. Harapannya, PR-prakarya ini tidak hanya berhenti sebagai daftar keinginan, melainkan komitmen yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
Gibran menunjukkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, tidak ragu untuk turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat. Pendekatan humanis seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan realitas di lapangan.
Masyarakat Ende menyambut positif kunjungan Wapres ini dengan penuh antusiasme. Mereka berharap suara yang telah disampaikan tidak hanya menjadi angin lalu, melainkan benar-benar didengar dan ditindaklanjuti dengan program-program konkret.
Harapan besar kini tertumpu pada komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan janji-janji pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal.
Kini, suara ibu-ibu desa dan kondisi SDN Wolomoni telah menjadi prioritas di meja Wapres, menjanjikan harapan baru bagi percepatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah Gibran di Ende menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan NTT, mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa harus dirasakan hingga ke pelosok negeri. Tinggal tunggu realisasinya, apakah janji itu akan menjadi kenyataan atau sekadar retorika semata. *










