LARANTUKA, FLORESPOS.net-Ruas jalan penghubung lintas Utara dan Selatan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya antara Desa Nobo dan Desa Nurabelen tertutup material lahar dingin gunung Lewotobi yang masih terus bergejolak.
Mobilitas dan akses keluar masuk warga Kecamatan Ile Bura khususnya 4 desa tambah 1 desa persiapan di pesisir utara dan selatan sangat terganggu. Ini menjadi ancaman sangat serius bagi akses dan aktivitas warga.
Pantauan Florespos.net, Selasa (21/4/2026), badan jalan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Nobo dan Desa Nurabelen tertutup tertimbun material lahar dingin berupa tanah, pasir dan bebatuan gunung.
Ruas jalan kabupaten ini merupakan satu-satunya akses warga yang bermukim di lintas utara-selatan dari dan ke Desa Riangrita, Desa Lewotobi, Desa Persiapan Lewouran, Desa Lewoawang dan Desa Riangbaring di wilayah Kecamatan Ile Bura.
Total Tertimbun Material 1,3 KM
Pada titik badan jalan tertimbun material lahar dingin itu, jalannya bergelombang karena material sudah cukup tinggi. Beberapa jembatan kecil dan crosway di tampak ambruk. Warga desa praktis bisa melintas hanya pada saat musim panas atau tidak terjadi hujan di puncak gunung.
“Ruas jalan tertimbun material ter panjang 387 meter. Lainnya pendek-pendek saja. Total badan jalan yang tertimbun material sekitar 1,3 km,” ungkap Kepala Desa Nurabelen, Lambertus Bura Puka ditemui disela mengikuti perayaan Hari Kartini di Kantor Camat Ile Bura, Selasa (21/4/2026).
“Jalan itu sangat sulit dilalui ketika hujan di puncak gunung. Banjir lahar dingin dan sangat berbahaya, baik bagi pengendara maupun warga yang melintas,” tambah Lambertus Puka.
Lambertus Puka mengatakan, setiap hujan atau banjir lahar dingin, warga Desa Nurabelen dan desa sekitarnya tidak bisa melintas di ruas jalan itu.
“Jalan tidak bisa diakses sama sekali ketika hujan turun dan banjir lahar dingin. Biasanya, kami tunggu sampai kering atau surut baru kami bisa jalan. Kalau mau perlu cepat kami kerja bakti buka jalan sehingga warga bisa keluar dan masuk desa,” katanya.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










