Pembentukan Bank Sampah di Riung oleh Balai Besar KSDA NTT–Sampah Menjadi Berkah untuk Tingkatkan Ekonomi - FloresPos Net

Pembentukan Bank Sampah di Riung oleh Balai Besar KSDA NTT–Sampah Menjadi Berkah untuk Tingkatkan Ekonomi

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT menggelar kegiatan pembentukan Bank Sampah selama dua hari Selasa dan Rabu (11/3/2026) di Hotel Bintang Wisata Riung, Kelurahan Nangameze, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang menghadirkan pemateri Ketua Anak Cinta Lingkungan (Acil) Ende, Umar Hamdan ini dibuka oleh Camat Riung, Kasmin Belo, S.Sos diikuti 27 anggota masyarakat yang sebelumnya telah mendapat pelatihan dan 23 anggota lain dari desa-desa penyanggah kawasan Cagar Alam (CA) Wolo Tadho, CA Riung dan RWAL 17 Pulau.

Ketua ACIL Ende Umar Hamdan membawakan optimalisasi pengelolaan sampah melalui Bank Sampah sebagai penunjang ekonomi masyarakat (dampak masalah sampah); Pembentukan kelembagaan Bank Sampah dan manajemen pengolahan Bank Sampah.

Umar Hamdan dalam pemaparan materinya, Selasa (10/3/2026) menyebut upaya-upaya konkret yang dilakukannya bagaimana sampah bisa menghasilkan uang melalui Bank Sampah yang dikelolanya, dan hasil penjualan sampah bisa membiayai kebutuhan rumah tangga, pendidikan, dan aneka kebutuhan masyarakat lainnya.

Selama kegiatan ini, peserta juga mengikuti praktik daur ulang sampah (pembuatan eco sofa dari limbah plastik kresek LDPE), praktik daur ulang sampah (pembuatan eco sofa dari limbah plastik kresek LDPE); dan manajemen pengolahan Bank Sampah.

Latar belakang dan tujuan

Ketua Panitia Kegiatan Yeni Tris Styningrum, S.Hut. antara lain menjelaskan latarbelakang, tujuan, dasar pelaksanaan, dan harapan yang hendak dibangun ke depan.

Yeni menjelaskan, sampah merupakan bahan atau benda yang sudah tidak digunakan kembali atau yang sudah tidak terpakai sehingga dibuang. Semua kegiatan dilakukan oleh makhluk hidup berakhir dengan menghasilkan sampah.

“Hal ini merupakan suatu kewajiban besar untuk pemerintah mengelola sampah dengan baik, namun juga kita sebagai manusia harus mengerti juga cara pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan dampak negatif dan merusak lingkungan.”

Pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, lanjut Yeni dapat mengakibatkan masalah besar karena penumpukan sampah atau cara membuang dilakukan secara sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah.

“Selain itu, pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir,” katanya.

Baca Juga :  Uskup Paul Budi Kleden Apresiasi Terobosan SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa

Menurut Yeni, permasalah sampah meliputi 3 bagian yaitu bagian hilir, proses dan hulu. Pada bagian awal yaitu hilir pembuangan sampah terus mengalami peningkatan.

Pada bagian proses mengalami keterbatasan sumber daya dari masyarakat maupun pemerintah. Pada bagian hulu kurang optimalnya sistem yang diterapkan pada pemrosesan akhir.

“Mayoritas masyarakat menganggap bahwa membakar sampah merupakan bagian dari pengolahan sampah. Namun hal tersebut dapat menyebabkan polusi udara sehingga lingkungan akan terganggu dan mengganggu kesehatan. Sikap seperti ini ada kemungkinan dipengaruhi oleh pengetahuan dan kematangan usia,” katanya.

Bank sampah, kata Yeni merupakan suatu sistem pengelolaan sampah kering yang mampu mendukung masyarakat bisa ikut berpartisipasi aktif dalam menampung dan memilah sampah agar masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi yang dihasilkan dari sampah yang telah dipilah.

Tambah Yeni, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengeluarkan peraturan terbaru No. 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah di desa penyangga kawasan konservasi di Kecamatan Riung, maka Balai Besar KSDA NTT telah melaksanakan kegiatan peningkatan Kapasitas Perempuan Dalam Pengelolaan Sampah pada bulan September 2025.

“Pembentukan Bank Sampah ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan bekerja sama dengan LSM Anak Cinta Lingkungan (ACIL),” kata Yeni.

Yeni menyebut 5 tujuan pembentukan Bank Sampah dilaksanakannya kegiatan itu yakni pengurangan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) melalui proses daur ulang dan pengolahan ulang.

Juga meningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan dampaknya terhadap lingkungan; memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui penjualan sampah yang dapat didaur ulang.

Serta menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang pengelolaan dan daur ulang sampah; dan mengurangi pencemaran lingkungan dan konservasi sumber daya alam melalui praktik daur ulang sampah.

Yeni menyampaikan harapan utama dengan dibentuknya Bank Sampah dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri sekaligus mengubah perilaku masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.

“Bank Sampah diharapkan menjadi solusi ekonomi yang mengurangi sampah ke TPA, memberikan nilai ekonomis serta mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Selamat Datang Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, Ini PR Delapan Bulan Kedepan

Warga Harus Jadi Agen Perubahan

Camat Riung, Kabupaten Ngada, Kasmin Belo meminta elemen warga peserta kegiatan untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah sehingga sampah ke depannya menjadi berkat dan bisa bernilai ekonomi.

“Saya berharap agar peserta kegiatan dan elemen warga Kecamatan Riung selesai kegiatan ini harus menjadi agen
perubahan. Kita bangun komitmen bersama untuk yang peduli lingkungan, peduli sampah. Sampah menjadi berkah: untuk meningkatkan ekonomi,” katanya.

Kasmin menggarisbawahi pentingnya kolaborasi bersama dalam penanganan sampah di Riung.

“Pentingnya koordinasi dengan Lurah dan Kades: soal penanganan sampah, dan Bank Sampah, dll,” kata Camat.

Camat Kasmin menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT yang selalu peduli dalam memajukan pariwisata di Riung, Kabupaten Ngada, termasuk dalam memajukan pariwisata dan mengatasi masalah sampah dengan membentuk Bank Sampah di Riung, Kabupaten Ngada.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Balai Besar KSDA NTT yang selalu peduli memajukan pariwisata di Riung, termasuk dalam kegiatan pembentukan Bank Sampah,” katanya.

Senada disampaikan Partnership Coordinator In Flores Maman Surahman. Maman memotivasi peserta kegiatan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah sehingga menghasilkan cuan.

“Sampah perlu dikelola dengan baik sehingga menghasilkan cuan. Sampah menjadi berkat selain bisa meningkatkan ekonomi/cuan, juga hal yang kita harapkan dari pengelolaan Sampah atau keberadaan Bank Sampah agar lingkungan menjadi nyaman dan aman, tumpukan sampah tidak menjadi bencana,” katanya.

Maman meminta elemen warga untuk mengembangkan pariwisata di Riung berbasis masyarakat yang dilandasi kearifan lokal.

Terima Kasih

Peserta kegiatan, Margareta Indah, Marselina Marta Meli, Maria Faustina Nima, Titi Puspasari, Sri Dewi Pertiwi, dan Ardiana Indah menyampaikan terima kasih kepada Kementerian KLH, Balai Besar KSDA NTT, panitia dan narasumber.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian KLH, Balai Besar KSDA NTT, panitia dan narasumber yang telah menggelar pelatihan pembentukan Bank Sampah dan kiat kiat dasar untuk mengelola sampah sehingga bisa menghasilkan uang,” kata Margareta Indah, dan perwakilan warga lainnya.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 382 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA