Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Diharapkan Jadi Offtaker Produk di Desa dan Suply Kebutuhan Dapur Gizi - FloresPos Net

Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Diharapkan Jadi Offtaker Produk di Desa dan Suply Kebutuhan Dapur Gizi

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Anggota koperasi desa dan kelurahan merah putih berasal dari warga desa atau kelurahan tersebut dan pengurus harus segera lakukan sosialisasi dan membuat pertemuan di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dengan didampingi pengawas.

Pemda Sikka menargetkan hingga akhir Desember 2025 semua koperasi tersebut sudah melakukannya sehingga diharapkan di awal tahun 2026 nanti koperasi desa dan kelurahan merah putih di Kabupaten Sikka sudah bisa beroperasi.

“Modal koperasi desa dan kelurahan merah putih sesuai kebijakan pemerintah diberikan kesempatan mengajukan pinjaman di bank Himbara,” sebut Kepala Dinas Perindutrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Verdinandus Lepe saat konferensi pers, Rabu (17/12/2025).

Verdi sapaannya mengatakan, pinjaman dana ke bank tersebut mencapai Rp3 miliar dimana dana tersebut mencakup pembangunan gerai yang membutuhkan anggaran Rp1,6 miliar dengan ukuran 30×20 meter.

Dana tersebut juga kata dia dipergunakan untuk kebutuhan lain seperti pembelian mobil operasional jenis pick up dan modal bisnis awal koperasi tersebut sekitar Rp500 juta.

Bank Himbara merupakan singkatan dari Himpunan Bank Milik Negara, bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meliputi Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Baca Juga :  Dua Puskesmas di Sikka Segera Dibangun, Anggaran Rp 12,6 Miliar

“Lebih banyak koperasi di desa bentuknya koperasi produksi sementara di kota koperasi merah putihnya lebih banyak bergerak di bidang konsumsi. Ada juga koperasi jasa tetapi secara umum jenisnya koperasi serba usaha,” ujarnya.

Verdi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka tidak mengharapkan koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih lebih berperan menjadi koperasi simpan pinjam.

Kata dia, sesuai arahan Bupati Sikka, tahun pertama berjalan nanti koperasi desa dan kelurahan merah putih diprioritaskan untuk menjalankan usahanya sesuai dengan potensi yang ada di wilayahnya.

“Setelah tim melakukan penilaian terhadap kesehatan koperasi maka akan dilihat lagi apakah akan dibuka untuk simpan pinjam namun dengan dana yang terbatas,” terangnya.

Verdi menegaskan, antara koperasi desa merah putuh dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bila dilihat secara kelembagaannya sama sebab BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa dan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Sedangkan koperasi desa merah putih kata dia, didirikan oleh anggota masyarakat di desa tersebut dan dana operasionalnya berasal dari bank Himbara.

Baca Juga :  Musnahkan Barang Bukti, Kejari Sikka Sesalkan Tingginya Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Dirinya menjelaskan, untuk koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih yang mendapatkan pinjaman dana dari bank Himbara mulai mengangsur dana pinjaman mulai bulan kesembilan sejak berdiri.

“Dana angsurannya berdasarkan pedapatan bisnis koperasi merah putih tersebut.Apabila dana angsuran ke bank per bulannya tidak mencukupi maka sisanya bisa dipergunakan dari dana desa,” ungkapnya.

Verdi mencontohkan, misalnya kewajibannya mencicil Rp20 juta per bulan dan koperasi desa merah putih hanya mempunyai Rp15 juta maka dana Rp5 juta diambil dari dana desa sebesar 30 persen yang merupakan dana bagi hasil.

Dia mengatakan, apabila koperasi ini untung maka keuntungannya akan diberikan kembali ke desa dan kelurahan sebesar 20 persen sehingga kepala desa atau lurah juga ikut berperan menghidupkan koperasi ini.

“Mindset pengurus koperasi ini harus membuat koperasi ini untung, sukses dan berkembang apalagi dananya berdasarkan pinjaman bank sehingga harus ada pengembalian,” pungkasnya. *

Artikel ini merupakan hasil kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka dengan media Florespos.net

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka
Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik
Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk
Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:21 WITA

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA