ENDE, FLORESPOS.net-Sejak puluhan tahun lalu Desa Aelipo yang terletak di Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende, Provinsi NTT belum merdeka dari masalah listrik.
Gegara listrik negara belum masuk ke desanya, pemerintah desa dan masyarakat ancam tutup jalan di jalur Detukeli- Maurole.
Langkah tersebut akan diambil oleh pemerintah desa dan masyarakat karena
usulan serta pendekatan demi pendekatan sudah dilakukan oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat namun hingga penghujung tahun 2025 listrik negara tak kunjung datang menerangi desa tersebut.
Desa Aelipo terletak di jalan jalur Detukeli – Maurole. Letak desa itu diapiti dua kecamatan yaitu Detukeli dan Maurole.
Kepala Desa Aelipo, Romanus Rindi yang juga mosalaki di wilayah adat Aelipo kepada wartawan di kantor camat Wewaria, Selasa (18/11/2025) siang mengungkapkan penderitaan masyarakat Aelipo yang belum disentuh pelayanan listrik negara.
Romanus mengatakan pemerintah dan masyarakat sudah mengusulkan sejak beberapa tahun lalu dan diusulkan lagi pada tahun 2016 namun hingga pertengahan tahun lalu tidak ada jawaban.
Pemerintah dan masyarakat kembali menanyakan usulan tersebut dan kata pihak PLN sedang dalam proses ijin ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) karena jalur tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi.
Informasi terakhir yang disampaikan pihak PLN, Kata Romanus, proses ijin tersebut sudah ditandatangani pada September 2025.
“Sampai sekarang kami masih tunggu tapi belum ada jawaban,” kata Romanus.
Kades dan juga mosalaki di Aelipo ini menegaskan jika pada awal tahun belum ada jawaban dan realisasi maka pemerintah dan masyarakat melaksanakan musyawarah menyikapi hal ini.
Dikatakannya saat musyawarah pemerintah dan masyarakat akan membangun kesepakatan menutup jalan di jalur itu karena jalan tersebut dibangun di kawasan hutan konservasi.
“Jalan hotmiks dibangun di kawasan hutan konservasi, pohon ditebang, tanah digusur itu kan merusak lingkungan. Kenapa pasang tiang listrik tidak bisa. Kami akan tutup jalan agar semua bisa tahu dan dengar penderitaan kami tanpa listrik negara”.
Romanus juga mengatakan karena ketiadaan listrik, Desa Aelipo sering terlambat saat pelaporan dan penjemputan dokumen terkait pembangunan dari desa ke aplikasi.
“Bagaimana kami mau input dokumen kalau tidak ada listrik dan sinyal internet juga hilang muncul”.
Ia mengatakan saat ini sebanyak 75 rumah sudah diusulkan menjadi calon pelanggan PLN. Ia berharap tahun depan sudah bisa direalisasikan.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










