Sudah Sebulan Akses Menuju 7 Desa di Ndona Timur Lumpuh - FloresPos Net

Sudah Sebulan Akses Menuju 7 Desa di Ndona Timur Lumpuh

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Sudah sebulan akses menuju 7 desa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi NTT lumpuh. Kondisi ini disebabkan oleh longsor yang terjadi sejak 8 September 2025 lalu.

Longsoran material di jalur jalan menuju beberapa desa di wilayah Kecamatan Ndona Timur hingga kini belum tuntas dibersihkan.

Kasi Pol.PP Kecamatan Ndona Timur, Herman Y. Kila menyampaikan kondisi tersebut kepada wartawan di Ende, Jumat (3/10/2025) siang.

Herman mengatakan, longsor yang terjadi di Kecamatan Ndona Timur disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu.

Longsor yang terjadi di Desa Roga ada di empat titik dan satu titik yang paling parah yaitu di kampung Mbewo Dusun Mbewo Desa Roga.

Baca Juga :  Ketua TP2D Ende Tegaskan Kehadiran Tim Ini Tidak Menggantikan Peran OPD

Akibat longsor tersebut material berupa batu besar berukuran 9–10 meter serta material lumpur menutupi seluruh badan jalan.

Dia juga mengungkapkan, pihak kecamatan sudah berupaya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Bupati Ende, pada Jumat, 12 September 2025.

Bupati Ende pun telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) ke lokasi menangani longsoran. Namun hingga berita ini diturunkan jalur tersebut masih tertutup material longsor.

Dia menuturkan masyarakat Ndona Timur berharap adanya penanganan cepat dari pihak Pemerintah Kabupaten Ende. Masyarakat sudah berinisiatif melakukan pembersihan namun upaya itu tidak maksimal.

Baca Juga :  DPC Demokrat Ende Terima Pendaftaran Bacabup dan Wabup, Terbuka untuk Umum

Kondisi ini menyebabkan, arus ekonomi warga terganggu. Mobilisasi orang, barang, dan jasa dari arah Kota Ende hanya bisa sampai di titik longsor, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau berganti kendaraan kecil menuju desa-desa lain.

“Ada tujuh desa terdampak langsung karena Kampung Mbewo merupakan pintu gerbang utama menuju wilayah lain di Kecamatan Ndona Timur,” paparnya.

Untuk sementara kendaraan besar tidak bisa melintas di jalur ini, hanya mobil pick-up yang bisa melintas setelah warga bergotong royong menata batu alam untuk dijadikan jalur darurat.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Berita Terbaru