Angelius Wake Kako: Sarjana Jangan Malu Pulang Kampung Jadi Petani - FloresPos Net

Angelius Wake Kako: Sarjana Jangan Malu Pulang Kampung Jadi Petani

- Jurnalis

Minggu, 9 Maret 2025 - 13:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Wakil Ketua 1 Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK) hadir sebagai pembicara dalam kegiatan bersama Yayasan Tananua Flores di Desa Tonggo Papa, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Sabtu (8/3/2025).

Pada kesempatan itu Senator AWK mendorong petani meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan.

Menurutnya, hal ini bisa dilakukan dengan keterlibatan anak-anak muda yang sarjana yang mau kembali ke kampung dan menjadi petani.

Ia mengatakan anak muda yang sudah sarjana jangan malu pulang kampung menjadi petani. Dengan kemampuan dan jejaringan yang dimiliki seorang sarjana bisa mengembangkan potensi pertanian yang ada di desanya.

“Saya melihat sarjana yang pulang kampung dan menjadi petani masih menjadi hal yang tabu. Pola pikir ini harus kita ubah karena anak-anak kita yang sarjana ini sangat mampu secara pengetahuan, relasi dan jejaring komunikasi untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di desanya,” kata AWK.

Senator dari NTT ini mengatakan saat ini masyarakat masih terjebak pada pola pikir bahwa sarjana harus menjadi pegawai atau bekerja di kantor. Kata dia itu pemikiran yang keliru dan harus dihilangkan.

Baca Juga :  Flores United FC Launching Tim dan Jersy Menuju ETMC 2025

“Sekolah sampai sarjana dan jadi petani dianggap sebagai sebuah kegagalan. Pemikiran orang tua anak sekolah menjadi pegawai. Kita masih terjebak dalam status sosial dan pola pikir sempit soal petani,” lanjut Angelo.

Angelo mengatakan Flores sangat kaya akan sumber daya alam sehingga perlu pengelolaan secara baik dan modern untuk meningkatkan produktivitas setiap masa panen.

Namun di saat yang sama, Flores bisa saja kehilangan bonus demografi karena banyak anak yg memilih rantau karena tidak nyaman di kampung.

Saat ini, kata AWK, Gubernur NTT mendorong hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja baru di desa dan kesejahteraan petani. Hal yang bisa dilakukan adalah mendorong keterlibatan sarjana di desa untuk berpikir bagaimana hasil pertanian ini tidak dijual dalam bentuk gelondongan tetapi diolah menjadi barang setengah jadi.

“Saya mendorong produk hilirisasi di desa cukup sampai ke produk setengah jadi agar memiliki nilai ekonomi dan bukan nilai sosial. Kita juga tidak ambil semua kerja-kerja kita ini karena masih banyak orang yang juga perlu lapangan kerja. Kita perlu juga berbagi dengan yang lain. Syukur-syukur kalau bisa sampai produk jadi asal barang produksi kita berkualitas, jumlahnya banyak dan berkelanjutan”, ungkap Angelo

Baca Juga :  SMPK Frater Maumere Gelar Pameran dan Pementasan Seni Merdeka Belajar dan Harmonikan Budaya

Angelo mengapresiasi Yayasan Tananua Flores yang telah mendampingi para petani untuk menciptakan produk dari potensi di masing-masing desa.

“Yayasan Tananua Flores sudah melakukan gebrakan lebih maju dan saya pernah menggunakan produk desa dampingan Yayasan Tananua Flores. Saya usul kita segera atur pertemuan lanjutan sebelum akhir maret ini bersama perwakilan tiap desa dampingan,” tutup Angelo

Benyamin Gosa dari Yayasan Tananua Flores berterima kasih atas apresiasi dan respons cepat dari Senator Angelo Wake Kako.

“Setelah sekian lama kami bergerak dan terlibat melakukan pendampingan kepada petani di desa, hari ini kami sudah menemukan solusi atas persoalan yang kami alami selama ini melalui Bapak Angelo. Kami akan mendata potensi yang ada di semua desa dampingan sebagai bahan presentasi dalam pertemuan lanjutan pada akhir maret ini,” ujar Benyamin.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay
Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak
Sambut Kison Kogoya, Ketua Yapertif Warning Dosen; Jangan Persulit Mahasiswa yang Harumkan Nama Kampus
Literasi Menguatkan Karakter, Hifni Djafar Motivasi Siswa SMPN Satap Ekoreko
12 Gol Yoakim 10 Top Skor, Antar Fastpay FC ke Semifinal
Putra Wisata Ria Gelar Wahana Permainan Anak dan Dewasa di Lapangan Sepak Bola Reo
Dorong Percepatan Inpres Jalan Daerah, Pemkab Nagekeo Konsultasi ke BPJN
Difasilitasi AWK, NTT Dapat 3.000 Dosis Semen Beku untuk Mendukung Sektor Peternakan
Berita ini 349 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WITA

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WITA

Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:04 WITA

Sambut Kison Kogoya, Ketua Yapertif Warning Dosen; Jangan Persulit Mahasiswa yang Harumkan Nama Kampus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WITA

Literasi Menguatkan Karakter, Hifni Djafar Motivasi Siswa SMPN Satap Ekoreko

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WITA

12 Gol Yoakim 10 Top Skor, Antar Fastpay FC ke Semifinal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA

Nusa Bunga

12 Gol Yoakim 10 Top Skor, Antar Fastpay FC ke Semifinal

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:54 WITA