Kapolres Sikka Moh. Mukhson: Jurnalisme Warga Tantangan Pers dan Polri - FloresPos Net

Kapolres Sikka Moh. Mukhson: Jurnalisme Warga Tantangan Pers dan Polri

- Jurnalis

Jumat, 28 Februari 2025 - 18:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson, S.I.K pose bersama para jurnalis di Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson, S.I.K pose bersama para jurnalis di Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka. (FOTO: EBED DE ROSARY)

MAUMERE, FLORESPOS.net-Jumlah penduduk Indonesia hingga semester satu tahun 2024 mencapai 282.477.584 jiwa dimana jumlah penduduk itu naik sebesar 1.752.156 orang dibandingkan semester dua tahun 2023.

Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 221,56 juta orang pada 2024, meningkat dibandingkan periode sebelumnya 2022-2023 sebanyak 215,63 juta orang.

“Dengan jumlah pengguna internet yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi pers dan pihak kepolisian,” sebut Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson, S.I.K, Sabtu (28/2/2025).

Mukson menyebutkan, banyaknya pengguna internet membuat citizen journalism berkembang pesat dimana masyarakat juga bisa membuat berita sendiri meski hanya sepotong dan tidak akurat.

Kata dia, masyarakat pun saat ini banyak yang termakan hoax atau berita bohong sebab hanya tertarik dengan postingan di media sosial tanpa mengecek lebih lanjut kebenarannya.

“Masyarakat juga bisa membuat berita sendiri meski hanya sepotong dan tidak akurat. Beda dengan media yang memberikan data yang akurat,” ungkapnya.

Mukhson mengharapkan sinergitas antara jurnalis dan kepolisian guna bersama-sama menjaga stabilitas daerah dengan sama-sama memberikan data yang valid kepada masyarakat.

Baca Juga :  Rutan Bajawa Komit Membangun Zona Integritas

Ia menyebutkan, saat di lapangan wartawan menghadapi resiko yang besar dimana pemberitaannya bersinggungan dengan pihak tertentu dan pasti banyak yang merasa terganggu.

“Mari kita bekerjasama dalam memberikan berita yang benar kepada masyarakat dan memerangi hoax. Polri menjadi lembaga yang paling mudah memberikan informasi kepada media,” ungkapnya.

Mukhson menyebutkan, beberapa kasus yang dibuat polri membuat masyarakat merasa phobia dengan pihak kepolisian, orang akan malas berhubungan dengan pihak kepolisian.

Mantan Kapolres TTU ini mengajak insan pers agar bersama-sama bekerja menjaga keamanan dan ketertiban dan berbuat hal positif untuk kemajuan Kabupaten Sikka.

“Meski baru dua bulan bekerja di Kabupaten Sikka dan merupakan orang dari luar NTT saya ingin memberikan hal positif bagi daerah ini.Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas,” pesannya.

Sementara itu Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Mario Sina dalam coffee morning bersama Kapolres Sikka dan jajarannya mengapresiasi pertemuan yang digagas Kapolres Sikka.

Baca Juga :  Borgol Dilepas Kajari Sikka, Ateng Terbebas Dari Hukuman Pidana Penjara

Mario mengatakan, pertemuan ini bukan saja ajang silaturahmi tapi mempererat kerjasama sehingga bisa memberikan informasi berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Wartawan senior Karel Pandu mengharapkan, agar kasus hukum yang terjadi bisa disampaikan kepada media melalui Humas Polres Sikka agar bisa disampaikan kepada masyarakat.

“Bila ada oknum-oknum polisi yang bertindak salah maka jangan tersinggung kalau rekan-rekan media memberitakannya. Mari kita bersama membangun Kabupaten Sikka sesuai tupoksi kita masing-masing,” harapnya.

Dalam dialog, rekan-rekan pers juga menyampaikan berbagai keluhan yang ada di masyarakat terkait keamanan dan ketertiban seperti maraknya kasus pencurian dan judi ayam.

Awak media juga menyampaikan mengenai suara musik yang diputar saat pesta sangat keras sehingga mengganggu kenyamanan warga serta perilaku menutup jalan raya saat pesta.

Para jurnalis juga menanyakan penanganan kasus hukum yang terjadi di Polres Sikka dan meminta agar Polres Sikka lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada pers. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA