Sengketa Lahan HGU Nangahale di Sikka, Bagaimana Solusinya? - FloresPos Net

Sengketa Lahan HGU Nangahale di Sikka, Bagaimana Solusinya?

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 12:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi lahan HGU Nangahale di Kecamatan Talbura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT sebelum pembersihan lahan oleh PT. Krisrama. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Lokasi lahan HGU Nangahale di Kecamatan Talbura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT sebelum pembersihan lahan oleh PT. Krisrama. (FOTO: EBED DE ROSARY)

MAUMERE, FLORESPOS-net-Sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berlangsung sejak tahun 1996.

Ratusan warga dari Suku Goban Runut dan Suku Soge Natarmage di Kecamatan Talibura, sejak tahun 1996 sudah membangun pondok-pondok bahkan rumah permanen di lokasi lahan HGU Nangahale.

Warga Suku Soge Ignasius Nasi, Kamis (30/1/2025), menyatakan, “atas nama Kepala Suku Soge, saya menyatakan secara tegas satu jengkal pun tidak akan keluar dari lokasi HGU Nangahale dan tetap bertahan. Kami belum pikirkan untuk mengajukan sengketa lahan ini ke pihak penegak hukum.”

Baca Juga :  Polres Sikka Bangun Rumah Dinas Polisi di Pulau Palue

Dia mengatakan pohon pisang yang ditanamnya di samping rumah semua ditebang. Dia telah melaporkan masalah tersebut ke Polres Sikka namun proses hukumnya dihentikan (SP3).

Sementara masyarakat membongkar plang yang dipasang PT.Krisrama menyebabkan 8 orang warga ditahan dan sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Maumere.

“Tanah tersebut merupakan tanah leluhur kami, tanah ulayat nenek moyang kami  sehingga kami merasa perlu menempati lahan tersebut,” tegas Ignasius Nasi.

Ignas Nasi berharap, tiga pihak baik pemerintah, masyarakat adat Suku Soge Natarmage dan Suku Gobang Runut serta PT. Krisrama duduk bersama menyelesaikan permasalahan.

Baca Juga :  Polisi dan Petani di Ende Panen Jagung 7,2 Ton dari Kebun Program Kapolda NTT

Dia juga menyebutkan, seperti yang mereka dengar pihak PT. Krisrama sudah memiliki SK HGU sehingga kalau bisa pemerintah yang harus menginisiasi pertemuan ini.

“Tapi dalam pertemuan tersebut bila berkenan maka akan berlanjut. Tanah kami merupakan tanah leluhur kami, tidak boleh ada orang lain yang mengambilnya,” tegas Ignas Nasi.

Ignas Nasi mengaku setelah digusur warga dua suku ini tetap membangun kembali dan bertekad tetap membangun rumah dan menempati lahan tersebut.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 931 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA