BAJAWA, FLORESPOS.net-Ribuan masa Partai Golkar Kabupaten Ngada dan keluarga mengantar bakal calon Bupati Andreas Paru untuk meminang Moses Jala Watu sebagai bakal Calon Wakil Bupati Ngada periode 2024-2029.
Rombongan yang menggunakan lebih dari 100 kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor dari Bajawa dan Langa menuju Desa Radabata, Kecamatan Golewa.
Di Rumah Adat Sao Bei Zia, Kampung Loka Lina, Doka, Desa Radabata, Kecamatan Golewa, bakal calon Andreas Paru didampingi istrinya dan ribuan pendukung diterima oleh sejumlah pengurus Partai Nasdem Kabupaten Ngada, sesepuh Kampung Doka, dan keluarga Moses Jala Watu.
Setelah acara penerimaan yang diawali dengan pembacaan dan penandatanganan atau integritas bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada 2024-2029 Andreas Paru dan Moses Jala Watu dilanjutkan dengan upacara adat pemotongan dua ekor babi besar di depan rumah ada tersebut.
Bakal Calon yang juga Bupati Ngada, Andreas Paru pada kesempatan itu mengaku penerimaan terhadap dirinya dan rombongan pada momen tersebut luar biasa. Menurutnya, itu merupakan kesempatan mulia dan penghargaan yang tinggi.
Andreas Paru yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada itu mengaku dia tidak salah memilih figur yang luar biasa dan mempunyai komitmen tinggi serta telah banyak berbuat untuk rakyat tersebut.
Menurutnya, sosok Moses Jala Watu telah menunjukkan kelasnya sebagai seorang yang tidak hanya berbicara, tapi telah banyak berbuat.
Moses Jala, kata Andreas Paru, telah menghadirkan sejumlah sekolah, membantu masyarakat di bidang kesehatan, perhatiannya di bidang pariwisata seperti membangun hotel maupun villa serta membangun jejaring dengan pihak luar negeri khususnya Australia dan negara lainnya.
Kata Andreas Paru, Golkar dengan semangat Berkarya dan Nasdem mengedepankan Restorasi selama ini dua kekuatan tersebut telah menunjukkan kualitasnya dalam pembangunannya di Kabupaten Ngada.
Rekam jejak Moses Jala Watu sangat jelas di sektor pendidikan, air minum, kesehatan dan pariwisata tidak diragukan lagi.
Kepedulian yang luar biasa terhadap rakyat kecil terutama terhadap kebutuhan yang mendasar tidak hanya berbicara namun ditunjukkan dengan membantu masyarakat.
Hal tersebut yang membuat dirinya hadir dan meminang sosok Moses Jala Watu untuk menjadi bakal calon Wakil Bupati mendampingi dirinya pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Ngada periode 2024-2029.
Andreas Paru lebih lanjut mengatakan, sebagai anggota DPRD, sosok Moses Jala menunjukkan kualitasnya dengan menyampaikan pandangan yang konstruktif berdasarkan data akurat untuk pembangunan Kabupaten Ngada.
Moses Jala menyampaikan pendapat tentang keberpihakan terhadap masyarakat Ngada di ruang sidang maupun di media sosial sudah teruji kualitasnya. Membuat perubahan tidak mudah karena tidak saja melawan arus namun melawan badai.
Sehingga menurutnya, banyak kerjaan dan fitnah yang ditujukan kepadanya. Tapi yang paling penting baginya, adalah tetap berjuang untuk rakyat Ngada demi perubahan.
“Jangan sia-siakan momentum ini untuk menentukan pilihan pada orang yang tepat memimpin Ngada. AP-MJ siap bekerja untuk rakyat,” tutup Andreas Paru.
Dalam sambutannya, Moses Jala Watu yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Ngada periode 2019- 2024 juga terpilih lagi pada periode 2024 2029 mengungkapkan alasan dirinya menerima lamaran Andreas Paru untuk bersanding dalam Pilkada Kabupaten Ngada 2024.
Menurut Moses Jala, niat untuk menjadi Bupati Ngada diakuinya sebelumnya ada namun dari hasil perolehan suara di DPRD Kabupaten Ngada pada Pemilu Februari 2024 yang lalu Partai Nasdem hanya memperoleh 3 kursi.
Sehingga sadar akan kurangan jumlah kursi tersebut di mana aturan mengatur minimal 5 kursi maka baru bisa mengusung Calon Bupati.
Bersama Partai Golkar yang memiliki 5 kursi maka pilihan itu jatuh kepada Ketua Partai Golkar Kabupaten Ngada yang juga adalah Bupati Ngada Andreas Paru.
Dia menerima pinangan tersebut untuk sama-sama maju pada Pilkada Ngada 2024 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ngada dengan nama Paket AP-MJ.
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut mengatakan bahwa dengan 5 Kursi Partai Golkar yang bersama 3 Kursi Partai Nasdem tanpa mahar sehingga biaya politik dalam perhelatan Pilkada Ngada tersebut sungguh sangat membantu.
Alasan yang realistis inilah yang membuat dirinya bersedia menjadi calon Wakil Bupati berpasangan dengan Andreas Paru.
Tidak ada seorangpun selain Bapak Andreas Paru sendirinya menyatakan kesediaan untuk maju bersama dengan sejumlah pertimbangan politik termasuk jabatan Bupati yang kedua tentunya membuka jalan untuk karir politik dirinya ke depan.
Pertimbangan logis dan kritis baik dari Partai Nasdem, keluarga dan pendukungnya juga termuat di dalam komitmen lewat pakta integritas yang ditandatangani bersama.
Selain itu pula dirinya melihat Andreas Paru sebagai sosok pekerja keras, jujur dan mempunyai integritas yang tinggi.
“Saya menerima pinangan ini dan siap bekerja untuk Ngada yang lebih baik,” ungkapnya. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










