MAUMERE, FLORESPOS.net-Keuskupan Maumere telah siap melaksanakan kegiatan Nusra Youth Day III yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sikka selama tanggal 1 hingga 5 Juli 2026 mendatang.
Menjelang hari pelaksanaan berbagai persiapan pun telah dimatangkan termasuk mitigasi bencana terkait dengan erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur yang masih berlangsung.
“Kami telah menyiapkan skenario apabila menjelang kegiatan terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki,” sebut Adrianus Firminus Parera, ketua panitia Nusra Youth Day III saat konferensi pers di Lepo Bispu (Istana Keuskupan) Maumere, Kamis (18/6/2026).
Adrianus menambahkan, pihaknya juga akan menyiapkan transportasi darat untuk mengangkut peserta ke Maumere bila pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Frans Seda Maumere.
Pihaknya akan menyiapkan bus untuk mengangkut peserta dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur bahkan peserta yang turun di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat bila pesawat tidak bisa mendarat di Maumere.
“Bahkan kita sudah lakukan berbagai persiapan dan langkah apa yang harus dilakukan bila saat kegiatan terjadi letusan gunung Lewotobi Laki-Laki yang dampaknya juga akan dirasakan di Kabupaten Sikka,” terangnya.
Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr, mengaku gembira dengan dipilihnya Keuskupan Maumere menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Nusra Youth Day III yang akan diikuti oleh Orang Muda Katolik (OMK) dari 9 keuskupan regional Bali Nusra.
Mgr Edwaldus menilai kepercayaan tersebut merupakan pengakuan atas kematangan iman umat sekaligus kemampuan Keuskupan Maumere dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.
Menurutnya, penunjukan Keuskupan Maumere sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan dari para uskup se-Nusa Tenggara terhadap kapasitas keuskupan yang baru berusia 21 tahun tersebut.
“Ini satu kepercayaan yang luar biasa dari para Bapak Uskup se-Nusa Tenggara. Kepercayaan ini berkaitan juga dengan kemampuan kita untuk bisa menyelenggarakan kegiatan ini,” ucapnya.
Uskup Maumere menambahkan, Keuskupan Maumere dinilai memiliki sumber daya yang memadai guna menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai daerah.
Dirinya menambahkan dari berbagai aspek baik sumber daya manusia, finansial hingga kehidupan iman umat yang terus berkembang menjadi faktor yang membuat Keuskupan Maumere dipilih sebagai tuan rumah.
Bahkan kata Mgr Edwaldus, di tengah situasi dan kondisi ekonomi di masyarakat yang sedang sulit saat ini namun panitia dan Keuskupan Maumere optimis bisa sukses menyelenggarakan kegiatan ini.
“Dari segi finansial, sungguh pun dalam situasi seperti sekarang ini penuh dengan keterbatasan dan sebagainya, tapi toh kita sudah bisa untuk mau mengatakan bahwa kita bisa menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Mgr. Ewaldus juga menjelaskan perjalanan panjang hingga terbentuknya Keuskupan Maumere setelah pisah dari Keuskupan Agung Ende.
Keuskupan Maumere secara resmi dibentuk pada akhir tahun 2005 dan dipimpin pertama kali oleh Mgr. Vincentius Sensi Potokota yang ditahbiskan sebagai uskup pada tanggal 23 April 2006.
Dirinya menambahkan, sejarah Gereja Katolik di Pulau Flores bagian timur telah berlangsung jauh sebelum terbentuknya Keuskupan Maumere.
Perkembangan Gereja Katolik di Nusa Tenggara berawal dari Larantuka, kemudian berkembang ke Maumere dan Sikka sebelum meluas ke wilayah barat Flores seperti Ruteng dan Labuan Bajo.
“Dilihat dari segi iman, kehidupan iman umat itu bukan lagi hal yang baru, tetapi sudah menunjukkan kematangan,” sebutnya.
Uskup Maumere juga menyebutkan, penyelenggaraan Nusra Youth Day III bertepatan dengan momentum peringatan satu abad pendidikan calon imam di wilayah Nusa Tenggara (Nusra).
Ia mengatakan pendidikan calon imam berawal dari Seminari Menengah di Kampung Sikka, Desa Sikka pada tahun 1926 sebelum kemudian dipindahkan ke Mataloko, Kabupaten Ngada.
Menurut ingatannya seminari menengah tersebut lahir tanggal 2 Februari 1926 dimana kemudian di tahun 1929 berpindah ke Mataloko.
“Sejarah panjang tersebut menjadi bukti bahwa fondasi kehidupan iman umat di Keuskupan Maumere telah terbentuk kuat dan siap mendukung penyelenggaraan kegiatan gerejawi berskala besar tersebut,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










