LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyelenggarakan kegiatan “Bincang Kepariwisataan II: BPS Tourism Outlook 2025 & Triwulan I 2026 dan Sosialisasi Pengisian Sensus Ekonomi Pelaku Industri Pariwisata Labuan Bajo”.
Hal dimaksud dalam rangka mendukung pertumbuhan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berbasis data yang akurat, serta mendukung penyusunan kebijakan pembangunan pariwisata yang tepat sasaran di kawasan Labuan Bajo-Flores.
Kegiatan itu digelar di Ruang Rapat Florata Kantor BPOLBF Labuan Bajo, Mabar, NTT baru-baru ini, diselenggarakan secara hybrid, dihadiri perwakilan pelaku industri pariwisata, di antaranya The Jayakarta Suites Komodo, Sudamala Resort Komodo, Laprima Labuan Bajo, serta Parlezo Hotel, bunyi siaran pers BPOLBF: 048/SP/KOMBLIK/BPOLBF/VI/2026.
Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk memperbarui informasi terkait perkembangan sektor pariwisata, khususnya kondisi kepariwisataan triwulan I Tahun 2026.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop pengisian Sensus Ekonomi 2026 guna memastikan pelaku usaha memahami pentingnya pendataan ekonomi sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Andhy MT Marpaung, Plt. Direktur Utama BPOLBF, mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama BPS Manggarai Barat menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat basis data sektor pariwisata di Labuan Bajo Flores.
“Forum Bincang Kepariwisataan dan Pengisian Sensus Ekonomi ini hadir bersama BPS untuk menyamakan frekuensi. Kita ingin memastikan bahwa setiap denyut nadi usaha pariwisata rekan-rekan, mulai dari perhotelan, tour & travel, hingga kuliner, dapat tercatat secara akurat dalam Sensus Ekonomi,” kata Andhy.
Selain itu, melalui forum ini BPS juga memberikan insight terkait Tourism Outlook 2025 dan Triwulan I 2026 yang diharapkan dapat membantu para pelaku wisata dalam menyusun strategi pengembangan bisnis masing-masing, tambahnya.
Abdul Rauf, mewakili Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Ketua Tim Sensus Ekonomi BPS Mabar, menjelaskan menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPS dalam mengoptimalkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan berbagai sektor usaha, termasuk industri pariwisata.
Dijelaskan, dalam agenda Bincang Pariwisata yang kita integrasikan dengan kegiatan pengisian bersama Sensus Ekonomi, perlu dipahami bahwa Sensus Ekonomi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 dan dilakukan setiap 10 tahun sekali. Tujuannya adalah menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk memaksimalkan waktu yang tersedia agar proses pendataan dapat berjalan optimal,” kata Abdul Rauf.
Statistik Muda BPS Mabar, Dyonisius H. S. Jewaru memaparkan materi Indonesia–NTT–Manggarai Barat Tourism Outlook 2025/2026 yang memberikan gambaran mengenai perkembangan sektor pariwisata, konektivitas, serta tren pergerakan wisatawan.
Berdasarkan data yang dipaparkan April 2026, aktivitas transportasi di NTT mengalami peningkatan, terutama pada sektor angkutan laut dengan kenaikan jumlah penumpang 56,92 % dan aktivitas pelayaran 31,91 %.
Sedangkan sektor transportasi udara menunjukkan kondisi relatif stabil dengan peningkatan jumlah penerbangan 0,38 %. Bandara Komodo Labuan Bajo dan Pelabuhan Labuan Bajo menjadi salah satu simpul konektivitas utama yang mendukung peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
Perkembangan tersebut menunjukkan konektivitas transportasi NTT terus bergerak positif dalam mendukung pertumbuhan pariwisata. Peningkatan pergerakan melalui jalur udara dan laut memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai pintu masuk strategis kawasan pariwisata Flores.
Melalui kegiatan Bincang Kepariwisataan II dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, BPOLBF dan BPS berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri dalam menghadirkan data pariwisata yang berkualitas, sehingga dapat menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores yang berkelanjutan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










