P2KB Manggarai Barat Terus Beredukasi, Labuan Bajo Banyak Kasus Stunting - FloresPos Net

P2KB Manggarai Barat Terus Beredukasi, Labuan Bajo Banyak Kasus Stunting

- Jurnalis

Selasa, 30 April 2024 - 08:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terus mengedukasi masyarakat setempat tentang stunting (gagal tumbuh anak).

Selain alasan tupoksi, kabupaten pariwisata super prioritas di ujung barat Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu masih ada kasus stunting, tak terkecuali di Labuan Bajo ibu kota Mabar.

Demikian sejumlah petinggi Dinas P2KB Mabar menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama berselang terkait stunting di kabupaten itu. Mereka adalah Kepala Dinas P2KB Rafael Guntur, Kepala Bidang KB Blasius Apen, dan Fungsional KB Lily Rendeng.

Menurut mereka, urus stunting tergolong rumit. Di Kabupaten Manggarai Barat banyak instansi yang terlibat menangani stunting. Khusus Dinas P2KB lebih pada edukasi, urusannya juga panjang dan kompleks.

Diungkapkan, pihak P2KB, memberi edukasi kepada masyarakat terkait stunting mulai tingkat remaja, pranikah/persiapan pernikahan, kehamilan sampai pasca melahirkan.

Sehubungan dengan itu, Dinas P2KB menggandeng/kerja sama dengan banyak pihak, antara lain Keuskupan untuk yang Katolik, KUA buat yang Islam, dan lembaga pendidikan bagi yang masih sekolah menengah ke atas, disamping instansi terkait lain di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar.

Edukasi yang diberi kepada calon keluarga baru/calon suami-istri di antaranya jangan bergadang sampai jauh malam. Itu akan mempengaruh kesehatan, kurang darah. Masa remaja menentukan reproduksi seseorang. Reproduksi bagus kelak akan melahirkan anak berkualitas. Harapannya terhindar dari stunting.

Baca Juga :  Gebrakan Pendidikan dan Perlengkapan Sekolah Gratis Bupati TTU

Makanan yang diperuntukan bagi balita (bayi di bawah 5 tahun), Dinas P2KB punya program dapur sehat atasi stunting (dasat). Program ini berjalan hampir 3 tahun terakhir.

Di program ini P2KB/kader KB melatih masyarakat mengolah makanan lokal buat balita mereka yang cocok dan sesuai usia balita bersangkutan.

Misalnya balita umur 6 bulan sampai 2 tahun jenis pangan lokal yang hendak diberi kepadanya, termasuk cara olah, takaran dan lain-lain. Balita umur 2-5 tahun pangan lokal apa yang cocok dan bagaimana cara mengolahnya.

Pada saat pelatihan pihak P2KB membeli pangan lokal masyarakat setempat. Hanya beli pada saat pelatihan, selanjutnya tidak. Saat pelatihan hadir juga instansi terkait lain yang berhubungan dengan gizi.

Instansi tersebut yang mengeksekusi program dasat dimaksud melalu kegiatan pemberian makanan tambahan dari dinas bersangkutan termasuk pemberian susu.

Anggaran berhubungan dengan ini ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, bukan di P2KB. Dan program ini berkaitan dengan kampung berkualitas di desa-desa di Mabar. Penanganan stunting  kerja kolaboratif dan sinergitas.

“Hanya di masyarakat terkadang pemberian makanan tidak sesuai yang dilatih. Yang penting anak itu tidak menangis. Ini soal,” ujar Kadis Guntur.

Kader KB juga selalu mengajak, mendamping ibu-ibu yang ada balita supaya rutin bawah ke Posyandu. Namun terkadang tidak dibawah dengan alasan sibuk dan lain-lain.

Baca Juga :  Bupati Edi Optimis PAD Mabar 2024 Tembus Rp300 Miliar

Terkadang juga minta tolong tetangga atau suruh pembantu hantar ke Posyandu. Sehingga pesan-pesan kesehatan saat di Posyandu tak sampai di orang tua kandung balita bersangkutan.

Atau pesan yang diterima orang tua si balita bersangkutan kelak tidak komplit, karena informasi yang diterima dari pembantu atau tetangga tadi mungkin juga tidak sempurna, sepotong-sepotong.

Walau dominan alasan ekonomi kurang, kasus stunting di Mabar faktor penyebabnya yakni budaya.

Di Labuan Bajo ini juga, ada anak orang mengerti atau anak orang berada yang terdampak stunting. Itu karena polah asuh, SDM yang terbatas, komentar Kadis Guntur dibenarkan Apen dan Rendeng.

Ditambahkan, Program KB juga erat kaitan mengatasi stunting. Sehubungan jarak kelahiran, program KB di antaranya terkait 4 T. Ke 4 T dimaksud antara lain jangan terlalu tua, jangan terlalu muda, dan jangan terlalu dekat.

Ibu yang umur 40 tahun jangan lagi melahirkan anak, itu resiko kematian untuk ibu bersangkutan. Jangan terlalu muda maksudnya menikah di usia 20 tahun ke atas.

Jangan terlalu dekat maksudnya jarak kelahiran antara anak yang 1 dan yang lain minimal 3 tahun. Ini semua erat kaitan dengan tumbuh kembang anak, atasi stunting, ujar Kadis Guntur disetujui Apen dan Rendeng. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi
Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final
Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura
Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital
Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’
History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:55 WITA

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:52 WITA

Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WITA

Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WITA

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal

Sabtu, 1 Agu 2026 - 09:54 WITA

Nusa Bunga

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA