Pecat Pegawai Korupsi, BPKP Beri Nilai 68 Perumda Wae Mbeliling Manggarai Barat - FloresPos Net

Pecat Pegawai Korupsi, BPKP Beri Nilai 68 Perumda Wae Mbeliling Manggarai Barat

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Manajemen Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, memotong gaji dan memecat tidak dengan hormat sejumlah pegawai setempat.

Pihak perusahan melakukan itu antara lain atas dugaan tindakan korupsi dan meninggalkan tugas bertahun-tahun.

Perumda Wae Mbeliling khusus mengurusi air bersih di Mabar. Perumda tersebut sebelumnya bernama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling.

“Kita melakukan itu sekitar dua tahun lalu,” ujar Aurelius Endo, Direktur Perumda Wae Mbeliling Mabar kepada Florespos.net, belum lama ini di Labuan Bajo.

Tindakan Perumda Wae Mbeliling sepertinya mendapat atensi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT 2 tahun terakhir ini terkait Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di perusahaan daerah air bersih Mabar itu.

Sehubungan IEPK tersebut, pada semester pertama 2024 BPKP memberi nilai kepada Perumda Wae Mbeliling 68 lebih dan simpul efektivitas naik ke level bekerja. Sedangkan nilai 2023 hanya 51,48 dan simpul efektivitasnya belajar.

Lebih jauh Endo mengungkapkan, di NTT hanya dua kabupaten/kota yang dievaluasi BPKP NTT terkait pengendalian resiko korupsi, yaitu  Kabupaten Kupang dan Mabar. IEPK dalam rangka mengevaluasi sedini mungkin korupsi/resiko terjadi korupsi.

Indikatornya/aspeknya antara lain kapabilitas pengelolaan resiko korupsi, penerapan strategi pencegahan penanganan korupsi. Dan menyangkut semua ini terutama dukungan SDM, kekuasaan/wewenang.

Selain itu, kebijakan anti korupsi, seperangkat sistim anti korupsi, pembelajaran anti korupsi, kapabilitas pengendalian korupsi, penerapan strategi pencegahan yang didalamnya terdiri dari asesmen dan mitigasi resiko korupsi, saluran pelaporan yang efektif dan kredibel.

Baca Juga :  Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Kemudian soal kepemimpinan yang etis, integritas organisasi, iklim etis prinsip. Juga tentang pengawasan terjadinya korupsi, investigasi, tindakan korektif.

Semua hal ini baik dan ada nilai, ada fakta dokumen terutama penindakan terhadap pegawai Perumda Wae Mbeliling yang melakukan kecurangan. Itu sesuai mekanisme dan regulasi, seperti peringatan lisan, SP (Surat Peringatan) 1, SP 2, SP 3.

“Sekarang kita tidak lagi belajar, tapi sudah bekerja, nilai 68 lebih, hasil evaluasi BPKP Perwakilan Provinsi NTT,” ujar Endo.

Masih Endo, IEPK bagi pihaknya merupakan yang hal baru, tetapi ternyata selama ini mereka telah bekerja, sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Terbukti hasil evaluasi BPKP NTT terhadap Perumda Wae Mbeliling semester pertama 2024 diberi nilai 68 lebih dengan simpulnya bekerja.

“Kata simpul BPKP bahwa untuk menghentikan korupsi tergantung komitmen pimpinan,” ujar Endo.

Sehubungan IEPK, kecuali SK Satuan Pengawasan interen (SPI) belum ada. Sedangkan parameter lain sudah dipenuhi Perumda Wae Mbeliling terkait komitmen/upaya sedini mungkin meminimalisasi pengendalian resiko korupsi di perusahan daerah air bersih itu.

“Saya punya komitmen sedini mungkin meminimalis korupsi di perusahaan ini. Sehingga dalam kegiatan harus bisa registerkan/kelompokan resiko itu. Sejak dari perencanaan resiko itu harus dihitung betul,” kata Endo.

Baca Juga :  Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksi Regus Buka Prosesi Maria Festival Golo Koe

Tentang ini semua, antara lain ada peraturan perusahan air minum daerah, ada pakta integritas tahun 2024 seluruh pegawai, peraturan bupati Mabar tentang organisasi, ada bentuk media pengaduan, ada daftar hadir sosialisasi anti korupsi, ada undangan lain terkait sosialisasi gratifikasi inspektorat- KPK atau instansi lain, ada manajemen resiko korupsi, dan registrasi resiko korupsi.

Dugaan korupsi di Perumda Wae Mbeliling, kata Endo, di antaranya  terjadi di lapangan antara calon pelanggan dan petugas prusahan tersebut.

Selain itu, juga ada dugaan oknum petugas makan uang pelanggan, tidak masuk ke perusahan tetapi makan sendiri. Juga ada oknum pegawai yang tinggalkan tugas bertahun-tahun.

“Oknum-oknum itu akhirnya ada yang potong gaji, dan ada pula yang dipecat tidak dengn hormat,” kata Endo.

Endo melanjutkan, selama ini dia mengingatkan para pegawainya berhati-hati. Jangan manfaatkan kata tolong dari orang, dari calon pelanggan untuk memeras orang/calon pelanggan. Sekarang ini era keterbukaan. Orang foto dan proses hukum. Selesai sudah kau, katanya.

Lanjut Endo, laporan keuangan selama dia memimpin sudah 6 kali dapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Evaluasi kinerja yang diaudit BPKP yang ke 5 tahun 2023 sehat dengan nilai 2,98, di atas standar, bahkan di atas rencana bisnis, katanya. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 15:50 WITA

Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Opini

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:23 WITA

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA