Kalah Lagi, Pemkab Manggarai Tetap Menghargai Proses Hukum Tanah Nanga Banda - FloresPos Net

Kalah Lagi, Pemkab Manggarai Tetap Menghargai Proses Hukum Tanah Nanga Banda

- Jurnalis

Selasa, 28 November 2023 - 15:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, NTT tetap menghargai dan menghormati proses hukum atas tanah yang berlokasi di Nanga Banda, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, walaupun kalah lagi di tingkat banding di pengadilan tinggi.

Kasus tanah di Nanga Banda Reo tahun-tahun belakangan ini menjadi perhatian publik karena ada gugatan secara hukum perdata dari salah seorang warga Reo, Haji Arifin ke Pemkab Manggarai atas kepemilikan tanah tersebut.

Dihubungi wartawan di Ruteng, Selasa (28/11/2023), Kabag Tatapem Setda Manggarai, Karolus Mance mengatakan, dirinya hanya  ingin merespons hal-hal teknis atas kasus hukum tanah di Nanga Banda itu.

“Bagi yang ikuti proses hukum atas tanah di Banda Banda antara Haji Arifin sebagai penggugat dan Pemkab Manggarai sebagai tergugat pasti tahu bahwa tergugat kalah baik di tingkat pengadilan negeri maupun pengadilan tinggi,” katanya.

Kasus hukum tanah antara Pemkab dan Haji Arifin tetap harus dihargai dan dihormati karena membawa masalah yang ada ke meja hijau. Jalur yang diambil warga itu sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negeri ini.

Baca Juga :  Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Dikatakan, dari aspek Pemkab, tanah yang ada itu  sah milik pemerintah. Apa yang menjadi bukti dari Pemkab sudah ditunjukkan dalam persidangan baik di tingkat pengadilan negeri maupun di tingkat banding.

Dari kasus ini, menjadi jelas bahwa ada perbedaan antara logika hukum positif dengan logika administrasi pemerintah.

Dari aspek pemerintah, tiga hal penting telah terpenuhi atas tanah yang ada seperti historis, tercatat dalam administrasi pemerintah, dan ada aktivitas pemerintah di dalamnya.

Secara historis, tanah sengketa di Nanga Banda itu adalah tanah bekas pendaratan heli-heli zaman penjajahan dahulu.

Ketentuannya, eks tanah penjajahan itu setelah merdeka otomatis masuk menjadi aset pemerintah.

Ketentuan itu yang diikuti Pemkab Manggarai sehingga tanah di Nanga Banda masuk menjadi aset Pemkab.

Karena itu asetnya, maka Pemkab Manggarai beraktivitas di atas seperti tempat pembuangan akhir sampah, ada lomba pacuan kuda, dan lain-lain.

Baca Juga :  Tim Dokter Orthopedi Kemenkes Tiba di Sikka, Segera Bertugas di RSUD dr. TC Hillers Maumere

Secara empiris dan pragmatis, juga didukung dan diakui para tokoh setempat yang tahu dan paham tentang posisi tanah Nanga Banda tersebut sejak dahulu.

Ditanya tentang apakah ada proses hukum yang ditempuh lagi oleh Pemkab Manggarai pasca kekalahan di tingkat banding itu, Kabag Karolis Mance mengatakan, dirinya tidak bisa menjawab.

Pertanyaan itu lebih cocok dialamatkan ke Bupati atau Wabup atau Sekda Manggarai karena mereka mempunyai otoritas untuk memutuskan guna menyikapi lebih lanjut atas putusan Majelis Hakim itu.

Kasus gugatan kepemilikan tanah di Nanga Banda menurut seorang warga Reo, Zainudin, beberapa waktu lalu, untuk masyarakat apa yang terjadi itu adalah bagus dan mencerahkan secara hukum.

Bahwa masyarakat  bisa menggugat pemerintah secara hukum bila memiliki bukti-bukti yang kuat.

“Buktinya nyata bahwa Haji Arifin Manasa menang di Pengadilan. Dia punya  bukti kuat bahwa tanah yang ada itu miliknya,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA